Ratusan Atlet Daerah Siap Bertarung Ketat dalam Ajang Penjaringan Bakat IPSI Cup III Singkawang

Seorang atlet seni bela diri tradisional. (Dok. Ist)

FAKTANASIONAL.NET – Ratusan atlet muda dari berbagai penjuru wilayah resmi memulai persaingan sengit dalam turnamen pencak silat IPSI Cup III Singkawang pada Kamis (2/7/2026).

Gelaran kompetisi adu ketangkasan tingkat provinsi tersebut dibuka secara langsung oleh jajaran aparatur kota yang diwakili Wakil Wali Kota Singkawang Muhammadin.

Prosesi pembukaan acara bertempat di area Lapangan Tenis Krida Mandala serta dihadiri perwakilan komando distrik militer kepolisian dan pengurus komite olahraga tingkat daerah.

Penyelenggaraan turnamen tahunan bergengsi IPSI Cup III Singkawang ini difokuskan sebagai ruang pemantauan strategis untuk menjaring bibit unggul atlet bela diri masa depan.

Para atlet yang berhasil menduduki podium juara akan diproyeksikan untuk mewakili daerah menuju kompetisi tingkat lanjutan berskala nasional hingga kancah internasional.

“Saya harap ajang ini dapat menjadi wadah lahirnya atlet-atlet berprestasi yang mampu mengharumkan nama Kalimantan Barat hingga ke tingkat nasional maupun internasional,” ujar Muhammadin.

Panitia penyelenggara secara tegas mengingatkan seluruh perwakilan kontingen untuk senantiasa mengedepankan etika bertanding serta menjadikan arena perlombaan sebagai ruang persaudaraan antardaerah.

Kualitas kehormatan seorang atlet tangguh tidak akan pernah bergantung semata pada perolehan medali melainkan pada konsistensi dalam menjaga kedisiplinan tata tertib kompetisi.

Setiap peserta pertandingan diwajibkan secara mutlak untuk menghormati segala bentuk ketetapan teknis yang telah diputuskan oleh barisan wasit dan juri penilai.

Kemajuan industri pembinaan olahraga bela diri diharapkan mampu menstimulasi pembentukan struktur kelompok masyarakat daerah yang jauh lebih sehat secara jasmani maupun mental.

Pemerintah kota memastikan komitmen penuh untuk terus mendukung pelaksanaan kegiatan fasilitasi cabang olahraga yang dinilai mampu mencetak pemuda berprestasi tinggi.

Kejuaraan level regional ini menjadi panggung pengujian paling krusial bagi setiap perguruan silat setelah melewati fase latihan fisik yang menguras waktu berbulan-bulan.

Pemerintah turut mengapresiasi dedikasi luar biasa dari para pelatih dan jajaran ofisial tim yang terus siaga mendampingi barisan talenta muda dari seluruh pelosok kabupaten.

Semua elemen pendukung berharap pelaksanaan turnamen tahun ini berjalan tanpa hambatan serta menorehkan rekor sukses dari segi manajerial penyelenggaraan sekaligus kualitas pembinaan prestasi.

Sinergi kuat antara pencinta olahraga dan birokrasi pemerintahan akan selalu menjadi pondasi kokoh bagi keberlanjutan proses regenerasi ksatria silat lokal di masa depan.

(*Red)