Puluhan Warga Terinfeksi Kasus HIV Kapuas Hulu Satu Pasien Dilaporkan Meninggal Dunia

Ilustrasi HIV. (Dok. Ist)

FAKTANASIONAL.NET – Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Kapuas Hulu menemukan 26 kasus baru infeksi menular HIV selama periode Januari hingga Juni 2026.

Data otoritas kesehatan setempat juga mencatat satu orang pasien telah dilaporkan meninggal dunia akibat infeksi virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh tersebut.

Sebaran puluhan Kasus HIV Kapuas Hulu terbaru ini terdeteksi merata di sejumlah wilayah kecamatan kawasan perbatasan.

Puskesmas Putussibau Utara dan Puskesmas Putussibau Selatan mencatat temuan angka infeksi tertinggi dengan temuan masing-masing empat kasus pasien baru.

Empat kasus penularan mematikan lainnya dilaporkan berasal dari warga yang berdomisili di luar wilayah administratif kabupaten setempat.

Sejumlah puskesmas lain seperti Kalis Bunut Hulu Boyan Tanjung Suhaid Silat Hulu hingga Embaloh Hulu turut melaporkan adanya temuan warga yang terinfeksi.

Pejabat Dinas Kesehatan Kapuas Hulu Beni D Aphau membenarkan rentetan temuan kasus infeksi baru beserta angka kematian yang dialami satu pasien.

Kematian pasien dan adanya temuan warga yang putus obat menjadi peringatan keras bagi otoritas kesehatan dalam mengendalikan ledakan Kasus HIV Kapuas Hulu.

Keberhasilan program pengendalian penyakit tidak menular ini sejatinya tidak hanya bergantung pada angka penemuan penderita baru di lapangan secara masif.

Fasilitas pelayanan kesehatan dituntut lebih proaktif dalam mempertahankan motivasi pasien agar mereka tetap disiplin menjalani terapi pengobatan secara berkesinambungan.

Dinas kesehatan berkomitmen untuk terus meningkatkan upaya penemuan kasus baru melalui pemeriksaan aktif dan penelusuran kontak erat kelompok rentan.

Petugas medis wilayah akan memperluas cakupan pemeriksaan keliling serta penapisan kesehatan terpadu pada kelompok masyarakat yang berisiko tinggi.

Langkah pendampingan terhadap masyarakat yang terdiagnosis positif akan terus diperkuat melalui pelibatan penuh konselor dan kader sebaya di tingkat desa.

“Kami akan memastikan seluruh pasien yang terdiagnosis HIV segera memulai terapi ARV (Same Day ART) sesuai indikasi klinis untuk meningkatkan keberhasilan pengobatan,” ucapnya.

(*Red)