FAKTANASIONAL.NET — Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa harga beras di seluruh wilayah Indonesia, termasuk daerah kepulauan, harus seragam dan mematuhi aturan Harga Eceran Tertinggi (HET).
Hal ini disampaikan Amran usai mengecek secara langsung ketersediaan dan pasokan beras di Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (8/8).
Langkah cepat ini diambil Mentan Amran usai mendengarkan aspirasi dari seorang mahasiswa asal Alor, Adriano Padama, saat memberikan kuliah umum di Universitas Diponegoro (Undip), Jawa Tengah.
Tanpa ragu, Amran membatalkan agenda rapat pimpinan di Jakarta demi memastikan kondisi harga dan stok pangan secara langsung di Alor.
“Saya terima dengan senang hati karena teriakannya membawa aspirasi rakyat. Saya bangga dengan Andriano. Ini putra terbaik NTT. Mereka membaca denyut nadi masyarakat, apa yang menjadi keinginan masyarakat, bukan kepentingan pribadi,” kata Mentan Amran.
Baca Juga: Awal Pekan, Harga Bahan Pangan Melonjak Dipimpin Cabai Rawit Merah
Ia menambahkan, pembatalan agenda di Ibu Kota dilakukan agar respons pemerintah bisa berjalan cepat tanpa penundaan.
“Insyaallah kami langsung turun. Kami batalkan acara rapat pimpinan di Jakarta. Dari Jawa Tengah kami langsung ke Alor. Kami sudah lihat, dan semua permintaan yang berada dalam kewenangan pertanian kami penuhi,” lanjutnya.
Dalam peninjauan tersebut, Mentan Amran menginstruksikan Bulog dan instansi terkait untuk menjaga pasokan serta menekan lonjakan harga beras yang sebelumnya dilaporkan sempat menembus angka Rp17.000 hingga Rp30.000 per kilogram.
“Hari ini beras harus harganya seperti Jakarta. Kami cek, kemarin katanya harga sampai Rp25 ribu, Rp30 ribu, Rp15 ribu. Sekarang beras sudah ada di gudang, stok baik. Tidak boleh lagi ada cerita harga Rp25 ribu, Rp17 ribu,” tegas Mentan Amran.
Guna mencegah keterlambatan distribusi di daerah kepulauan, Amran meminta Bulog dan pemerintah daerah sigap mengintervensi pasar apabila terjadi kenaikan harga.










