PT Antam Site Toho Mandek, Pasokan Bauksit ke BAI Masih dari Luar Mempawah

Jalan hauling sepanjang sekitar 32 kilometer disebut menjadi akses penghubung kawasan tambang bauksit PT Antam di Toho dengan fasilitas pengolahan PT BAI di Sungai Kunyit. (Dok. Ist)

FAKTANASIONAL.NET – Sumber bauksit PT Aneka Tambang (Antam) di Kecamatan Toho, Kabupaten Mempawah, belum mampu memasok secara maksimal kebutuhan PT Borneo Alumina Indonesia (BAI).

Jalan hauling sepanjang sekitar 32 kilometer yang menjadi penghubung tambang dengan fasilitas pengolahan BAI di Sungai Kunyit hingga kini belum rampung.

Kondisi ini membuat rantai pasok bauksit dari Mempawah belum tersambung. Di tengah kebutuhan bahan baku PT BAI yang terus berjalan, pasokan justru masih didatangkan dari luar Mempawah melalui Pelabuhan Pelindo di Sungai Kunyit.

Padahal, PT Antam sebelumnya diharapkan menjadi salah satu pemasok utama bauksit bagi PT BAI. Potensi bahan baku tersedia di wilayah Toho, tetapi akses untuk mengangkutnya menuju fasilitas pengolahan belum sepenuhnya siap.

Seorang warga sekitar yang mengetahui kondisi proyek mengatakan persoalan jalan menjadi salah satu kendala utama dalam distribusi bauksit dari Toho.

“Kalau jalan hauling belum selesai, pasokan dari PT Antam ke PT BAI tentu belum bisa berjalan maksimal,” kata warga tersebut.

Warga lainnya, Bujang, mengatakan jalan hauling yang menghubungkan kawasan tambang PT Antam dengan PT BAI memiliki panjang sekitar 32 kilometer. Hingga kini, pembangunan jalan tersebut belum selesai.

“Jalan hauling sekitar 32 kilometer itu belum selesai,” ujar Bujang.
Menurut Bujang, pekerjaan jalan tersebut juga terkendala persoalan pembayaran sehingga pelaksanaannya mengalami kemacetan. Kondisi itu berdampak terhadap kesiapan jalur distribusi bauksit dari kawasan tambang menuju fasilitas pengolahan.

“Pekerjaannya terkendala pembayaran. Karena itu pembangunan jalan jadi tersendat dan sampai sekarang belum selesai. Dampaknya, jalur distribusi bauksit dari tambang menuju fasilitas pengolahan belum bisa digunakan secara optimal,” ujar Bujang.
Dalam rantai kegiatan di lapangan, PT Antam berada di sisi hulu sebagai pemegang konsesi pertambangan. PT Presisi disebut berperan sebagai kontraktor utama dalam pekerjaan di kawasan tersebut.