FAKTANASIONAL.NET – Festival balon udara dalam rangka HUT ke-201 Kabupaten Wonosobo, 9 Agustus 2026 menjadi perdebatan setelah puluhan balon menampilkan gambar Presiden Prabowo Subianto serta program pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih, Sekolah Rakyat, dan Jembatan Garuda.
Sedikitnya sekitar 40 balon diterbangkan. Menurut Ketua Panitia Abdul Ghoni, kegiatan tersebut memang dimaksudkan antara lain sebagai media sosialisasi program pemerintah.
Namun, kritik muncul karena sebagian masyarakat menganggap festival balon udara seharusnya menjadi ruang budaya dan kreativitas lokal, bukan sarana promosi politik.
Kritik bahkan datang dari Komunitas Balon Udara Wonosobo melalui akun Instagram @balonwonosobo:
“Diperjuangkan dan diperkenalkan ke penjuru negeri selama bertahun tahun, rusak begitu saja oleh kepentingan politik. #savebalonwonosobo.”
Komunitas tersebut juga menegaskan bahwa mereka tidak terafiliasi dengan kepentingan politik praktis.






