Kau Tak Bisa Membaca Diriku Meski Kau Selalu di Sampingku

Kau Tak Bisa Membaca Diriku Meski Kau Selalu di Sampingku
Kau Tak Bisa Membaca Diriku Meski Kau Selalu di Sampingku/Instagram

ENGKAU tak bisa membaca diriku meskipun kau selalu di sampingku.

Kalimat itu mungkin terdengar sederhana. Namun bagiku, di dalamnya tersimpan banyak hal yang tidak mudah dijelaskan.

Sebab berada di dekat seseorang tidak selalu berarti memahami dirinya.

Kau bisa melihat wajahku setiap hari. Kau bisa mendengar suaraku, menyaksikan tawaku, mengetahui kebiasaanku, bahkan mungkin hafal bagaimana caraku berbicara ketika sedang bahagia.

Tetapi apakah kau benar-benar tahu apa yang terjadi di dalam diriku?

Belum tentu.

Sebab manusia sering kali hanya memperlihatkan bagian yang ingin dilihat orang lain.

Aku pun begitu.

Ketika pikiranku sedang penuh, aku masih bisa tersenyum.

Ketika hatiku sedang lelah, aku masih bisa bercanda.

Ketika kecewa datang bertubi-tubi, aku bisa memilih diam dan mengatakan bahwa semuanya baik-baik saja.

Bukan karena aku tidak merasakan sakit.

Aku hanya tidak terbiasa menjadikan setiap luka sebagai tontonan.

Banyak hal yang kupendam bukan karena tidak ingin bercerita, tetapi karena aku tahu tidak semua orang mampu memahami apa yang sedang kuhadapi.

Maka jangan merasa sudah mengenalku hanya karena kau selalu berada di sampingku.

Kau mungkin mengenal kebiasaanku, tetapi belum tentu mengenal perjuanganku.

Kau mungkin tahu bagaimana aku ketika tertawa, tetapi belum tentu tahu bagaimana aku ketika sedang berperang dengan pikiranku sendiri.

Kau mungkin tahu caraku berjalan ketika hidup sedang baik, tetapi belum tentu tahu bagaimana langkahku ketika jalan mulai dipenuhi masalah.

Justru ketika keadaan berubah, saat itulah kau akan menemui diriku yang sebenarnya.

Ketika kita berjuang bersama.

Ketika masalah datang tanpa memberikan waktu untuk bersiap.

Ketika keadaan berada di bawah dan segala sesuatu terasa begitu berat.

Saat itulah aku tidak lagi punya alasan untuk berpura-pura.

Di tengah tekanan, sifat asli manusia sering kali muncul tanpa diminta.

Di tengah kesulitan, kesetiaan mulai diuji.

Di tengah kegagalan, keberanian mulai dipertanyakan.

Dan di tengah keadaan yang tidak sesuai harapan, kita akan mengetahui siapa yang benar-benar bertahan dan siapa yang hanya hadir ketika semuanya mudah.

Begitu pula dengan diriku.

Kau akan melihat bagaimana aku menghadapi masalah.

Kau akan melihat bagaimana aku mengambil keputusan ketika tidak semua pilihan menyenangkan.

Kau akan melihat bagaimana aku bertahan ketika sesuatu yang kuperjuangkan justru hampir membuatku menyerah.

Namun satu hal lagi yang mungkin paling sulit kau pahami: diriku ketika marah.

Jangan membaca kemarahanku hanya dari suara yang meninggi atau wajah yang berubah.

Kemarahanku bukan selalu tentang kebencian.

Kadang kemarahan muncul karena terlalu banyak hal yang kupendam.

Karena terlalu lama memahami.