Fakta Nasional

10 Tokoh dan Lembaga Raih PIKI Awards 2026

Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia

delapan kategori utama, yakni toleransi, riset dan inovasi, kesehatan, kebudayaan, lingkungan hidup, pemberdayaan UMKM, pendidikan, dan antikorupsi.

Penulis: SAH Editor: Moh Sahlan 📍 Jakarta Pusat Tuesday, 27 October 2026 📖 2 menit
10 Tokoh dan Lembaga Raih PIKI Awards 2026

FAKTANASIONAL.NET - Sebanyak 10 tokoh dan lembaga mendapatkan anugerah dari Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia (PIKI) dalam gelaran PIKI Awards 2026 di Metro TV, Minggu (25/10/2026).

Para tokoh dan lembaga tersebut dinilai berjasa memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. PIKI Award 2026 mengusung tema “Terang Allah Membawa Kebenaran”. Menegaskan pentingnya integritas, keteladanan, dan pengabdian dalam membangun bangsa.

Wakil Ketua Umum DPP PIKI (Persatuan Intelegensia Kristen Indonesia), Pdt. Prof. Binsar J. Pakpahan mengungkapkan bahwa penghargaan yang diberikan terdiri dalam delapan kategori utama, yakni toleransi, riset dan inovasi, kesehatan, kebudayaan, lingkungan hidup, pemberdayaan UMKM, pendidikan, dan antikorupsi.

"PIKI juga memberikan dua apresiasi khusus untuk bidang filantropi dan kebebasan beribadah," katanya dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Senin 26 Oktoberi 2026.

Lebih lanjut Binsar mengungkapkan bahwa proses penjaringan dan penjurian dilakukan secara terbuka melalui jejaring PIKI, bekerja sama dengan lembaga survei independen Indikator.

Setiap kategori melibatkan sekitar 30–40 juri, dengan penilaian berdasarkan integritas, inovasi, dampak, dan keberlanjutan.

“Tidak ada intervensi dari siapa pun. Dari PIKI tidak ada intervensi, kami betul-betul menerima blind result,” ujar Binsar.

Panitia, lanjutnya, juga melakukan pemeriksaan rekam jejak calon penerima untuk mendukung proses seleksi yang objektif dan akuntabel.

Delapan penerima penghargaan utama adalah Prof. Dr. Abidin Wakano untuk kategori toleransi; Prof. Carina Citra Dewi Joe untuk riset dan inovasi; dr. Lie Agustinus Dharmawan untuk kesehatan; Dr. Bambang Noorsena untuk kebudayaan; Saptoyo untuk lingkungan hidup; Gusti Ngurah Anom atau Ajik Krisna untuk pemberdayaan UMKM; Butet Manurung untuk pendidikan; serta Prof. Artidjo Alkostar sebagai tokoh antikorupsi anumerta.

Penghargaan tersebut mengapresiasi kiprah para penerima, mulai dari penguatan kerukunan di Maluku, pengembangan teknologi vaksin AstraZeneca, pelayanan kesehatan melalui rumah sakit apung, pelestarian budaya, konservasi pesisir, pemberdayaan UMKM lokal, hingga pendidikan bagi masyarakat adat melalui Sokola Rimba.

"Artidjo Alkostar dikenang atas integritas dan ketegasannya sebagai mantan hakim agung," kata Binsar.

Sementara itu, Yayasan Buddha Tzu Chi menerima apresiasi sebagai lembaga filantropi atas kerja kemanusiaan lintas kelompok masyarakat.

"Gugun Gumilar mendapat apresiasi atas konsistensinya memperjuangkan kebebasan beribadah dan kehidupan beragama yang inklusif," terang Binsar.

Binsar mencanangkan bawa PIKI Awards akan dijadikan agenda tahunan untuk menjaring lebih banyak figur inspiratif dari seluruh Indonesia.

Melalui semangat Ad Caritas Et Veritas atau “Demi Kasih dan Kebenaran”, PIKI berharap penghargaan ini mendorong generasi muda meneruskan karya nyata dan pengabdian bagi bangsa.

Sementara itu, Ketua Umum DPP PIKI, Maruarar Sirait, mengatakan penghargaan ini menjadi bagian dari upaya organisasi memperkuat kontribusi bagi masyarakat.

Selama beberapa bulan terakhir, PIKI menggelar seminar nasional kesehatan, diskusi dana bagi hasil, simposium energi, seminar hukum, serta berbagai forum diskusi.

"PIKI juga juga menyalurkan bantuan bagi masyarakat terdampak banjir, gempa bumi, dan kebakaran hutan dan lahan," kata Maruarar.

Lebih lanjut dia menerangkan bahwa sejumlah rekomendasi PIKI mendapat respons pemerintah, termasuk usulan pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN), pemerataan pasokan listrik di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), serta mekanisme kepailitan untuk penyelesaian kolektif korban tindak pidana.

Ia berharap PIKI berkembang menjadi organisasi yang dipercaya, berdampak, dan mampu melahirkan sumber daya manusia berkualitas.

“Perjuangan kita bukan hanya untuk umat Kristen, tetapi juga untuk semua masyarakat,” tegasnya.


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK