117 Korban KM Virgo Belum Dievakuasi, Terjebak Bangkai Kapal
FAKTANASIONAL.NET - Tim penyelam SAR melihat sejumlah korban tenggelamnya KM Virgo Transport 8 di dalam bangkai kapal itu. Tapi mayat tak bisa diambil. KM Virgo mengalami kecelakaan ketika berlayar dari Kota Surabaya, Jawa Timur, menuju Kota Banjarm…
Dengarkan Ringkasan
FAKTANASIONAL.NET - Tim penyelam SAR melihat sejumlah korban tenggelamnya KM Virgo Transport 8 di dalam bangkai kapal itu. Tapi mayat tak bisa diambil.
KM Virgo mengalami kecelakaan ketika berlayar dari Kota Surabaya, Jawa Timur, menuju Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Minggu dini hari, (13/9/2026).
BACA JUGA
22 Penumpang Selamat KM Virgo Transport 8 Tak Ada di Manifes, Data Masih Dicocokkan
Kapal membawa 243 orang. Per Selasa, (22/9/2026), masih ada sekitar 117 korban yang belum ditemukan. Adapun jumlah korban meninggal mencapai 18 orang.
Dalam operasi pencarian hari ke-10, tim penyelam memang melihat sejumlah korban, tetapi tidak bisa langsung mengevakuasi seluruh korban yang terlihat karena air mendadak keruh dan arus bertambah kencang. Proses evakuasi pun dihentikan Selasa Sore.
Menurut Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Banjarmasin I Putu Sudayana, tim penyelam sebenarnya sudah bisa membuka akses ke sejumlah bagian kapal. Caranya dengan memecahkan kaca jendela yang ada di sejumlah kamar. Dari situ, tim penyelam bisa melihat keberadaan para korban.
“Sebenarnya tadi sore mau dievakuasi, namun terkendala air yang keruh begitu mau dilaksanakan evakuasi. Airnya keruh karena faktor arus yang sudah cukup kencang. Akhirnya tim penyelam tidak bisa mengevakuasi korban-korban yang sudah terlihat,” kata Sudayana dalam konferensi pers, Selasa malam (22/9/2026).
Pada hari ke-10 pencarian, tim penyelam berhasil mengevakuasi tiga jenazah dari dalam kapal. Jasad-jasad itu dibawa ke RS Bhayangkara Banjarmasin untuk diidentifikasi.
BACA JUGA
Operasi SAR KM Virgo Diperpanjang 7 Hari, 126 Korban Masih Dicari
Proses pencarian dan evakuasi korban dilanjutkan hari Rabu, mulai pagi hingga sore. Sejumlah kompartemen, termasuk kamar-kamar penumpang kelas ekonomi dan eksekutif, akan disisir.
Sudayana berharap kondisi cuaca dan arus laut lebih mendukung supaya tim penyelam bisa masuk lagi ke bagian dalam kapal dan mengevakuasi korban yang telah terlihat.
Tambahan personel penyelam disiapkan guna memaksimalkan proses evakuasi korban yang masih terjebak di dalam badan kapal pada hari ke-10 operasi.
Menurut Sudayana, terdapat 22 penyelam dari Koarmada II yang nantinya bergabung dalam operasi setelah KRI Nala rampung melakukan pembekalan ulang di Surabaya
“Kemungkinan jam 6 atau jam 7 sudah ada di daerah operasi,” kata Sudayana, Senin malam, (21/9/2026).
Dengan tambahan 22 penyelam itu, total penyelam yang beroperasi di lokasi tenggelamnya KM Virgo mencapai 34 orang. Para penyelam berfokus mengevakuasi korban dari badan kapal itu.
BACA JUGA
Respons Manajemen KM Virgo Transport 8 Terkait Insiden Kapal Terbalik
Tim SAR mengatakan kondisi bangkai kapal yang belum stabil membuat beberapa bagian kapal sulit dan berisiko dijangkau para penyelam.
Sudayana berujar penyelam perlu mempertimbangkan kemungkinan perubahan posisi kapal saat mereka berada di dalam badan kapal.
“Yang paling sulit dan berbahaya dijangkau adalah kompartemen yang bagian bawah. Begitu kita masuk ke bagian bawah kapal, kita tidak tahu kestabilan kapal saat itu,” kata Sudayana Senin malam.
Dia berkata hal tersebut membuat operasi penyelaman memiliki risiko terhadap keselamatan personel. Perubahan posisi kapal ketika penyelam berada di bagian bawah bisa membahayakan mereka.
Kendala turut muncul ketika penyelam harus membuka akses melalui kaca. Kaca tidak boleh sembarangan dipecahkan karena tekanan yang muncul saat kaca pecah bisa membahayakan penyelam.
Belasan korban tewas teridentifikasi
Sebanyak 14 korban meninggal dunia dalam kecelakaan KM Virgo Transport 8 telah berhasil diidentifikasi.
Sementara empat jenazah lagi masih dalam proses identifikasi tim Disaster Victim Identification (DVI) melalui pemeriksaan DNA Polda Kalsel (Kalimantan Selatan).
Identifikasi terhadap para korban dilakukan melalui pemeriksaan medis forensik, sidik jari, odontologi forensik, Inafis, serta pencocokan barang atau properti yang ditemukan bersama jenazah.
DVI mencatat proses identifikasi terhadap sejumlah korban dilakukan melalui metode yang berbeda, menyesuaikan kondisi jenazah dan data pembanding yang tersedia.
BACA JUGA
Basarnas Akan Membalik KM Virgo yang Terapung untuk Evakuasi 129 Korban Hilang
Sementara empat jenazah lainnya belum dapat dipastikan identitasnya. Tim DVI masih menunggu hasil pemeriksaan DNA untuk memastikan identitas keempat korban tersebut.
Kabid Dokkes Polda Kalsel, Kombes Pol. dr. Much Sofwan mengatakan. proses identifikasi menjadi lebih sulit ketika jenazah ditemukan setelah beberapa hari berada di dalam air.
Ia menjelaskan tim DVI terlebih dahulu melakukan pemeriksaan kedokteran forensik, odontologi forensik, Inafis, serta mencocokkan data ante mortem dan post mortem.
“Kalau sudah di atas 10 hari dari kejadian musibah, kendalanya akan lebih sulit lagi. Sehingga kita butuh sekali kecocokan antara informasi ante mortem dan post mortem,” kata Sofwan, Senin (21/9/2026).
Berikut identitas 14 korban teridentifikasi berdasarkan laporan DVI.
1. Reyner Fausta Yosilianto, laki-laki, 22 tahun, asal Malang, Jawa Timur.
2. Nurul Rian Hidayat, laki-laki, 33 tahun, asal Pamekasan, Jawa Timur.
3. Denny Ridzal Saputra, laki-laki, 29 tahun, asal Kediri, Jawa Timur.
4. Imam Soeparno, laki-laki, 66 tahun, asal Surabaya, Jawa Timur.
5. Erik Maosul Latip, laki-laki, 37 tahun, asal Garut, Jawa Barat.
6. Risyan Kurnia Putra, laki-laki, 28 tahun, asal Garut, Jawa Barat.
7. Muhammad Abdianoor, laki-laki, 30 tahun, asal Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
8. Yuli, perempuan, 29 tahun, asal Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
9. Surya, laki-laki, 59 tahun, asal Margasari, Kalimantan Selatan.
10. Anas, laki-laki, 45 tahun, asal Bangkalan, Jawa Timur.
11. Bagus Mahendra, laki-laki, 20 tahun, asal Klaten, Jawa Tengah.
12. Aldo Nurahmansyah, laki-laki, 19 tahun, asal Surakarta, Jawa Tengah.
13. Jumbrik, laki-laki, 52 tahun, asal Lamongan, Jawa Timur.
14. I Putu Angga Santyana, laki-laki, 28 tahun, asal Cakranegara, Mataram. (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.