13 Ribu Titik SPPG Akan Dibuka Sepanjang 2026, Kemenko Pangan: Prioritas Wilayah Pevalensi Stunting Tinggi
FAKTANASIONAL.NET - Kementerian Koordinator Bidang Pangan (Kemenko Pangan) mengatakan sebanyak 13.000 titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) akan dibuka pemerintah pada 2026. Langkah ini dilakukan guna mendukung program Makan Bergizi Gratis (M…
Dengarkan Ringkasan
FAKTANASIONAL.NET - Kementerian Koordinator Bidang Pangan (Kemenko Pangan) mengatakan sebanyak 13.000 titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) akan dibuka pemerintah pada 2026.
Langkah ini dilakukan guna mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diprioritaskan berada di wilayah-wilayah dengan prevalensi stunting tinggi.
Contohnya, Papua Pegunungan, Papua, dan Nusa Tenggara Timur (NTT).
"Dari 13.000 (titik SPPG) itu sebagian artinya. Nah sebagian besar, itu kita perlu waktu dua bulan. Itu ada di Sumatra, ada di Jawa, ya. 3T juga namanya, yang 13.000 tadi," kata Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan), Zulkifli Hasan (Zulhas) dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta, Rabu (29/7/2026).
"Sebagian kecil, itu yang sangat penting seperti di Papua-Papua Pegunungan, NTT dan lain-lain itu kita salah satu bulan. Sisanya kami akan pelajari, perlu waktu dua bulan."
Zulhas meminta pihak-pihak yang menunggu kepastian pembukaan SPPG faham tahapan yang sedang dilakukan pemerintah dan tidak lagi melakukan aksi demonstrasi.
"Yang jauh, itu yang Papua-Papua dan NTT, yang stuntingnya tinggi, satu bulan selesaikan. Yang sisanya dua bulan akan kita set bentuknya apa nanti, kita akan jelaskan berikutnya."
Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin menambahkan pembukaan SPPG di wilayah dengan angka stunting tinggi merupakan salah satu kesepakatan pemerintah.
Langkah ini untuk memperkuat implementasi Program MBG.
Sebelum 5 Agustus 2026, pemerintah akan segera memutuskan pembukaan SPPG yang sudah siap beroperasi di daerah-daerah prioritas.
"Yang stunting itu saya baru wa, termasuk sampai lokasi-lokasinya sudah ada Kabupaten/Kota-nya," ucapnya.
Langkah ini diharapkan dapat mempercepat penanganan masalah gizi dan stunting dan penyempurnaan penentuan sasaran penerima, standar menu, serta evaluasi hasil program MBG. (adm)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.