168 Korban PHK Sukses Jadi Bos Berkat UMiMAX Pertamina
FAKTANASIONAL.NET - Angin segar berhembus bagi para pelaku ekonomi lemah dan korban Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di Tanah Air. PT Pertamina (Persero) baru saja mewisuda 168 peserta program Ultra Mikro Pertamina Aksi (UMiMAX), menyulap mereka menja…
Dengarkan Ringkasan
FAKTANASIONAL.NET - Angin segar berhembus bagi para pelaku ekonomi lemah dan korban Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di Tanah Air.
PT Pertamina (Persero) baru saja mewisuda 168 peserta program Ultra Mikro Pertamina Aksi (UMiMAX), menyulap mereka menjadi wirausahawan tangguh.
Program ini bukan sekadar pelatihan biasa, melainkan jembatan nyata menuju kemandirian finansial yang menggerakkan roda ekonomi kerakyatan.
Sejak diluncurkan pada Desember 2025, UMiMAX terbukti menjadi pelampung penyelamat. Vice President CSR & SMEPP Management Pertamina, Rudi Arifianto, pada Minggu, 12 April 2026, mengungkapkan fakta menarik. Sekitar 75 persen pesertanya adalah korban PHK.
Saat ini, program tersebut telah merambah Jabodetabek, Karawang, Subang, dan Bandung, menaungi berbagai usaha seperti warmindo, kopi keliling, hingga mini ATM.
Hasilnya? Sangat fantastis. Para peserta rata-rata meraup omzet 30 juta rupiah per bulan, dan beberapa mampu mencetak laba di atas 10 juta rupiah.
Fari Januari hingga April 2026, total pendapatan seluruh peserta menyentuh angka Rp2,75 miliar dengan laba bersih mencapai Rp858 juta. Angka ini membuktikan bahwa suntikan modal, pelatihan, dan pendampingan yang tepat mampu mengubah nasib secara drastis.
Melihat kesuksesan luar biasa ini, Pertamina tidak berhenti sampai di sini. Vice Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menegaskan komitmen perusahaan untuk terus memberdayakan sektor ultra mikro agar cepat naik kelas.
Untuk tahun 2026, Pertamina siap tancap gas dengan menargetkan 1.000 peserta baru, berfokus pada wilayah berkerentanan ekonomi tinggi berdasarkan data tunggal.
Kisah sukses Tasya Putri Nabilah menjadi salah satu bukti nyata. Berkat UMiMAX, ia yang nyaris putus kuliah akhirnya mampu meraih gelar sarjana, bahkan kini membiayai adiknya masuk perguruan tinggi.
Sebuah capaian luar biasa yang membuktikan bahwa program ini tidak hanya sekadar mengubah neraca keuangan, tapi juga menyelamatkan masa depan generasi muda Indonesia.[dit]
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.