Fakta Nasional

2.961 Penerbangan Terdampak Erupsi Gunung Anak Krakatau

FAKTANASIONAL.NET - Erupsi Gunung Anak Krakatau menjalar menjadi persoalan transportasi, perjalanan ibadah, Pendidikan, hingga aktivitas masyarakat di sejumlah wilayah. Hingga Senin (7/9/2026) sore, Kementerian Perhubungan mencatat 2.961 penerbangan…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Djono W Oesman Editor: Redaksi 📍 Nasional Tuesday, 08 September 2026 📖 1 menit
2.961 Penerbangan Terdampak Erupsi Gunung Anak Krakatau
Bandara terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau. Foto: Instagram

FAKTANASIONAL.NET - Erupsi Gunung Anak Krakatau menjalar menjadi persoalan transportasi, perjalanan ibadah, Pendidikan, hingga aktivitas masyarakat di sejumlah wilayah.

Hingga Senin (7/9/2026) sore, Kementerian Perhubungan mencatat 2.961 penerbangan domestik dan internasional terdampak akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Lagi, Anak Krakatau Meletus 3 Kali Pagi Tadi

Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.339 merupakan penerbangan domestik dan 622 penerbangan internasional.

Dampaknya juga dirasakan sekitar 341.000 penumpang, baik karena penerbangan dibatalkan, ditunda maupun dialihkan.

Gangguan tersebut terjadi setelah sejumlah bandar udara harus menghentikan sementara operasionalnya untuk memastikan abu vulkanik tidak membahayakan penerbangan.

Bandara Soekarno-Hatta menjadi salah satu titik paling penting dalam gangguan tersebut karena merupakan pintu utama penerbangan domestik dan internasional Indonesia.

Namun, ketika sejumlah bandara mulai dibuka kembali pada Selasa (8/9/2026), Gunung Anak Krakatau justru kembali menunjukkan aktivitas.

Anak Krakatau Meletus Lagi Hari Ini

Pos Pengamatan Gunung Api Anak Krakatau mencatat tiga erupsi pada Selasa pagi, yakni pukul 05.08 WIB, 05.34 WIB dan 07.49 WIB.

Ketiga erupsi terekam pada seismogram. Amplitudo maksimum masing-masing erupsi mencapai 47 milimeter, 44 milimeter dan 48 milimeter.

Tinggi kolom erupsi tidak teramati.

Gunung Anak Krakatau juga masih berstatus Level III atau Siaga. Masyarakat, wisatawan dan pendaki dilarang mendekati kawah aktif dalam radius 3 kilometer karena masih terdapat potensi aliran lava yang dapat disertai lontaran batu pijar.

Kondisi inilah yang membuat pemulihan penerbangan belum bisa dianggap sebagai kembali normal sepenuhnya. (*)


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK