Fakta Nasional

2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Layanan Imigrasi dan Lapas wujudkan ASTACITA

FAKTANASIONAL.NET - Kinerja Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) selama hampir dua tahun perjalanannya sejak dibentuk pada Oktober 2024 di bawah kepemimpinan Menteri Agus Andrianto berfokus pada penguatan pelayanan publik, akseleras…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: M. Sahlan Editor: Redaksi 📍 Nasional Thursday, 17 September 2026 📖 1 menit
2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Layanan Imigrasi dan Lapas wujudkan ASTACITA
) -->

FAKTANASIONAL.NET - Kinerja Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) selama hampir dua tahun perjalanannya sejak dibentuk pada Oktober 2024 di bawah kepemimpinan Menteri Agus Andrianto berfokus pada penguatan pelayanan publik, akselerasi program prioritas nasional, serta penataan regulasi internal.

Apalagi kebijakan Menteri Agus Andrianto melibatkan ribuan warga binaan dalam pembinaan kemandirian di bidang pertanian, perkebunan, hortikultura, peternakan, dan budidaya ikan dengan hasil panen ratusan ton serta distribusi premi bagi warga binaan.

Tujuannya adalah untuk mewujudkan ketahanan pangan sesuai arahan Presiden. Pelaksanaan program ketahanan pangan oleh Pemasyarakatan ini membawa manfaat bagi berbagai pihak.

Bagi Warga Binaan, minat dan bakat mereka bisa tersalurkan dan terberdayakan selama menjalani masa pidananya. Bagi Pemasyarakatan, pelaksanaan program ketahanan pangan ini bermanfaat bagi program kemandirian alternatif untuk pembinaan di Lapas/Rutan dan pembimbingan di Bapas.

Program kemandirian bukan hanya fokus pada menghasilkan produk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), tetapi juga menghasilkan pangan.

Dukungan publik harus dilakukan terhadap instruksi dari Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, setidaknya lima persen dari total hasil produksi program ketahanan pangan harus mampu diserap kembali untuk menjadi bahan makanan bagi Warga Binaan.

Di sisi lain, masyarakat dan keluarga Warga Binaan juga memperoleh sebagian hasil panen program ketahanan pangan tersebut. Hal ini menggambarkan program ketahanan pangan sejatinya merupakan kebijakan holistik yang menuai kebermanfaatan dari seluruh stakeholders di (eko)sistem pemasyarakatan.

Namun demikian, program ketahanan pangan ini tentunya tidak diwujudkan oleh Pemasyarakatan semata. Demi terwujudnya program ketahanan pangan, dukungan dan kerja sama dari seluruh elemen bangsa sangat diperlukan.

Dengan terwujudnya program ketahanan pangan, Indonesia dapat mengurangi ketergantungan terhadap produk impor untuk memenuhi salah satu kebutuhan dasar manusia. Bagi Pemasyarakatan, terwujudnya ketahanan pangan menjadi manifestasi nyata atas motto dari Pemasyarakatan itu sendiri yaitu "Pasti Bermanfaat Untuk Masyarakat".

Oleh: Hari Purwanto Dir. Eksekutif Studi Demokrasi Rakyat (SDR)


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK