3.450 Jemaah Umrah Terganggu Penerbangan, Dampak Anak Krakatau
FAKTANASIONAL.NET - Salah satu dampak paling nyata dari erupsi Gunung Anak Krakatau dirasakan calon jemaah umrah yang menggunakan Bandara Soekarno-Hatta. Sebanyak 3.450 jemaah umrah terdampak gangguan penerbangan, Senin (7/9/2026). Direktur Jenderal…
FAKTANASIONAL.NET - Salah satu dampak paling nyata dari erupsi Gunung Anak Krakatau dirasakan calon jemaah umrah yang menggunakan Bandara Soekarno-Hatta. Sebanyak 3.450 jemaah umrah terdampak gangguan penerbangan, Senin (7/9/2026).
Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Haji dan Umrah, Puji Raharjo, menyebut 3.450 jemaah tersebut terdiri dari 1.859 jemaah pada 28 penerbangan keberangkatan dan 1.591 jemaah pada 27 penerbangan kedatangan.
2.961 Penerbangan Terdampak Erupsi Gunung Anak Krakatau
Artinya, gangguan erupsi tidak hanya menyentuh jadwal penerbangan biasa.
Peristiwa tersebut juga mengganggu perjalanan ibadah yang memiliki rangkaian jadwal, akomodasi dan koneksi penerbangan yang harus disesuaikan.
Sejumlah penerbangan internasional dan umrah bahkan berstatus HOLD.
Maskapai yang terdampak antara lain Saudia Airlines, Qatar Airways, Malaysia Airlines, Scoot, Emirates dan Oman Air.
Bagi jemaah yang tertahan, perubahan penerbangan bukan sekadar persoalan menunggu pesawat.
Perubahan jadwal dapat berpengaruh pada waktu keberangkatan, penerbangan lanjutan, penjemputan hingga rangkaian layanan perjalanan umrah yang telah disiapkan sebelumnya.
Skala gangguan penerbangan menunjukkan bahwa persoalan ini jauh lebih besar daripada sekadar penutupan satu bandara.
Anak Krakatau Meletus Lagi Hari Ini
Kementerian Perhubungan mencatat 2.961 penerbangan terdampak hingga Senin sore.
Angka tersebut mencakup pembatalan, penundaan maupun pengalihan penerbangan. Sebanyak 622 penerbangan internasional ikut terkena dampak.
Kondisi ini memperlihatkan posisi strategis ruang udara Jakarta dan sekitarnya.
Ketika bandara utama seperti Soekarno-Hatta terganggu, efeknya tidak berhenti pada pesawat yang seharusnya mendarat atau lepas landas dari Tangerang.
Gangguan dapat menjalar ke jadwal pesawat, awak, penumpang dan koneksi penerbangan di bandar udara lain.
Karena itu, pembukaan kembali bandara dilakukan secara bertahap dan dengan sejumlah persyaratan.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyatakan Bandara Soekarno-Hatta, Halim Perdanakusuma dan Husein Sastranegara kembali aktif mulai pukul 00.01 WIB pada Selasa (8/9/2026). Bandara Budiarto Curug dan Pondok Cabe kemudian dibuka pukul 02.25 WIB.
Pembukaan bandara bukan berarti ancaman abu vulkanik telah berakhir.
Kementerian Perhubungan mensyaratkan pemeriksaan terhadap armada pesawat sebelum kembali digunakan.
Pilot dan kru juga diwajibkan mengetahui wilayah udara yang dibatasi atau dilarang dilintasi karena masih berpotensi mengandung abu vulkanik.
Sebelumnya, penutupan bandara diperpanjang karena arah angin dinilai sangat dinamis.
Hasil paper test di sejumlah bandara memang dapat menunjukkan kondisi negatif, tetapi otoritas tetap menunggu informasi dari Volcanic Ash Advisory Centre (VAAC) Darwin sebelum memastikan keamanan operasional.
Pengelola bandara juga harus memeriksa dan membersihkan fasilitas sisi udara seperti runway, taxiway dan apron.
Maskapai melakukan pemeriksaan serta pembersihan pesawat dari kemungkinan paparan abu vulkanik.
Dengan demikian, tantangan setelah bandara dibuka adalah memulihkan penerbangan tanpa mengabaikan risiko keselamatan. (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.