Fakta Nasional

5 Pejabat Baru Kejagung, Mensesneg Prasetyo Hadi: Sudah Ditandatangani Keppres Berdasarkan Usulan Jakgung

FAKTANASIONAL.NET - Presiden Prabowo Subianto telah menandatangani Keputusan Presiden (Keppres) Kuntadi sebagai Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) menggantikan Febrie Adriansyah. "Berkenaan dengan keppres sesuai dengan usulan dari Jaksa Agun…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Moch. Ade Maulidin Editor: Redaksi 📍 Nasional Thursday, 23 July 2026 📖 2 menit
5 Pejabat Baru Kejagung, Mensesneg Prasetyo Hadi: Sudah Ditandatangani Keppres Berdasarkan Usulan Jakgung
) -->

FAKTANASIONAL.NET - Presiden Prabowo Subianto telah menandatangani Keputusan Presiden (Keppres) Kuntadi sebagai Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) menggantikan Febrie Adriansyah.

"Berkenaan dengan keppres sesuai dengan usulan dari Jaksa Agung berkenaan dengan pejabat di lingkungan Kejagung dapat kami informasikan bahwa kemarin Bapak Presiden telah menandatangani keppres sesuai dengan penilaian Tim Penilai Akhir sebagaimana mengacu kepada surat usulan dari Jaksa Agung," kata Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi saat jumpa pers di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (22/7/2026).

Keppres Jampidsus mengacu kepada usulan Jaksa Agung ST Burhanuddin.

"Berkenaan dengan keppres sesuai dengan usulan dari Jaksa Agung berkenaan dengan pejabat di lingkungan Kejagung dapat kami informasikan bahwa kemarin Bapak Presiden telah menandatangani keppres sesuai dengan penilaian Tim Penilai Akhir sebagaimana mengacu kepada surat usulan dari Jaksa Agung," ujarnya.

Berikut sejumlah pejabat baru di Kejagung yang ditunjuk Prabowo Subianto.
1. Asep Nana Mulyana selaku Wakil Jaksa Agung
2. Leonard Ebenezer Simanjuntak selaku Jampidum
3. Kuntadi selaku Jampidsus
4. Harli Siregar selaku Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Kejagung
5. Patris Yusrian Jaya selaku Kepala Badan Pemulihan Aset Kejagung.

Prasetyo Hadi mengemukakan pengangkatan para pejabat baru di Kejagung itu sudah sah melalui keppres dan tidak perlu dilantik langsung oleh Prabowo. Nama-nama tersebut sudah langsung mengisi jabatan baru di Kejagung.

Menyoal penunjukan Kuntadi sebagai Jampidsus, ujar Menko Kumham Imipas Yusril Ihza Mahendra, menilai hal itu sudah tepat.

"Oh, Pak Kuntadi, ya? Ya kalau Presiden sudah setuju, berarti memang Presiden sudah mempertimbangkan dengan saksama bahwa beliau itu adalah orang yang tepat untuk mengemban jabatan sebagai Jampidsus," kata Yusril di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (22/7/2026).

Yusril Ihza Mahendra paham dengan keinginan publik agar kasus korupsi Febrie Adriansyah ditangani secara tuntas. Dia berharap kerja Kejagung sesuai dengan jalurnya.

"Dan pasti mengetahui bahwa tugas pokok Jampidsus sekarang ini menyelesaikan kasus Pak Febrie yang juga adalah mantan Jampidsus. Dan kita harapkan Kejaksaan akan bekerja on the track sesuai dengan harapan kita semua supaya hukum ditegakkan dengan adil dan ada kepastian hukum," ucapnya

Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman percaya Jampidsus baru segera mengusut tuntas kasus yang melibatkan mantan Jampidsus Febrie Adriansyah.

"Saya Habiburokhman, selaku Ketua Komisi III DPR RI, mengucapkan selamat atas diangkatnya Pak Kuntadi sebagai Jampidsus baru. Beliau dikenal sebagai sosok jaksa yang bersih, berintegritas, dan independen," kata Habiburokhman, Kamis (23/7/2026).

Dia berharap besar kepada Kuntadi untuk menuntaskan kasus Febrie Adriansyah dan berpesan agar penanganan kasus tersebut dilakukan secara transparan.

"Dengan kepemimpinan beliau, saya berharap kasus dugaan korupsi Febrie Adriansyah dapat diusut secara cepat, transparan, dan berkeadilan hingga tuntas," ujarnya.

Habiburokhman mengemukakan kasus Febrie Adriansyah bukanlah perkara biasa, tapi kasus ini dinilai mempertaruhkan citra Kejaksaan Agung sebagai salah satu lembaga penegak hukum di Indonesia.

"Citra Korps Adhyaksa saat ini dipertaruhkan. Jangan sampai nama baik dan kepercayaan publik terhadap institusi kejaksaan tercoreng oleh perilaku oknum," ujarnya. (adm)


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK