Fakta Nasional

6 Ribuan Pegawai Kementerian PU Main Judol, Menteri Dody Hanggodo: Saya Takut Pakai Uang Rakyat

FAKTANASIONAL.NET - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memperoleh data dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) berupa sebanyak 6.300 pegawainya terlibat judi online (judol). Dari jumlah itu terbesar dari pegawai eselon IV dan pegaw…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Moch. Ade Maulidin Editor: Redaksi 📍 Nasional Thursday, 23 July 2026 📖 1 menit
6 Ribuan Pegawai Kementerian PU Main Judol, Menteri Dody Hanggodo: Saya Takut Pakai Uang Rakyat
) -->

FAKTANASIONAL.NET - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memperoleh data dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) berupa sebanyak 6.300 pegawainya terlibat judi online (judol).

Dari jumlah itu terbesar dari pegawai eselon IV dan pegawai masih berstatus Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).

“Eh judol di sini nggak main-main loh, satu orang itu bisa ratusan juta loh, jadi itu bukan eselon II, eselon IV. Ya itu paling tinggi 800 sekian juta satu orang itu eselon IV,” kata Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo di Kantor Kementerian PU, Jakarta pada Rabu (22/7/2026).

Nilai transaksi ini memunculkan pertanyaan tentang sumber dana yang digunakan pegawai untuk berjudi. Tugas pemeriksaan ini akan dilakukan Inspektorat Jenderal (Itjen) Kementerian PU.

"Yang kita takutkan kan, wah ini uang rakyat dipakai. Tapi saya kan kan saya sekali lagi saya tidak boleh suudzon kepada staf saya sendiri. Makanya kemudian perlu lah nanti akan diperiksa oleh si Inspektor Jenderal," ujarnya.

Dody Hanggodo meneruskan dari sekitar 6.300-an pegawai yang diduga bermain judol ini tak semua dilakukan pemeriksaan secara rinci. Pihaknya akan melakukan pemeriksaan mendalam terhadap pegawai yang nilai transaksinya besar.

"Yang Rp 10 juta ke bawah ya sudah lah mungkin bisa ditegur ringan dan diperingatkan dan kemudian di sangsi ringan lah. Tapi yang Rp 10 juta ke atas mungkin nanti akan ada pendalam lebih lanjut. Basically begini kita tidak mau uang rakyat itu dipakai yang tidak pada tempatnya," tuturnya. (adm)


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK