Di Pasir Pantai Barito yang Surut, Bupati Shalahudin Kenang Masa Kecilnya. Ajak Forkopimda Nikmati Sore
FAKTA GROUP — Ada pemandangan berbeda di tepian Sungai Barito, Muara Teweh, Barito Utara, Kalimantan Tengah, di musim kemarau panjang kali ini, pada Senin 24 Agustus 2026 sore. Di pantai tepian sungai dengan kondisi Sungai Barito yang sedang surut a…
Dengarkan Ringkasan
FAKTA GROUP — Ada pemandangan berbeda di tepian Sungai Barito, Muara Teweh, Barito Utara, Kalimantan Tengah, di musim kemarau panjang kali ini, pada Senin 24 Agustus 2026 sore.
Di pantai tepian sungai dengan kondisi Sungai Barito yang sedang surut akibat kemarau panjang, Bupati Barito Utara H. Shalahudin mengajak jajaran Forkopimda Barut dan sejumlah pejabat daerah memilih menikmati suasana sore dengan duduk santai di atas hamparan pasir tepian sungai Barito.
Suasana yang biasanya dipenuhi aktivitas protokoler yang serius dengan hal-hal kedinasan, secara dadakan mengejutkan pengunjung warga Muara Teweh, sore itu terasa lebih akrab dan santai.
Tidak ada sekat antara pejabat dan masyarakat. Bupati bersama rombongan berbaur, berbincang ringan, menikmati hiburan musik musisi lokal sekaligus menyapa warga yang berada di sekitar kawasan pantai Sungai Barito.
Moment tersebut juga menjadi kesempatan bagi Bupati Barut untuk melihat langsung kondisi Sungai Barito yang kini membentuk hamparan pasir yang cukup luas, atau yang oleh masyarakat setempat dikenal sebagai pantai gosong akibat debit air yang menyusut dan pasir yang terpapar panas matahari selama musim kemarau.
Bupati H. Shalahudin datang bersama Dandim 1013 Muara Teweh Letkol Inf. Nurwahid, Kepala Kejaksaan Negeri Barito Utara R. Firmansyah, Sekda Drs. H. Muhlis, Asisten III Yaser Arafat, Kasatlantas Polres Barito Utara AKP Moch. Romadhon, S.H., M.M., Kepala Diskominfosandi Drs. H. Ardian, M.Pd., serta Kepala DPMPTSP Syahmiludin A. Surapati, S.P., dan Kaban BPKAD Kabupaten Barito Utara Drs. Jufriansyah serta pejabat daerah lainnya.
Sesampainya di lokasi sekitar pukul 16.15 WIB, Bupati dan rombongan turun menuju tepian sungai.
Suasana semakin hangat ketika sejumlah warga, termasuk anak-anak yang kegirangan dapat bertemu orang Nomor satu di Barito Utara, dengan menghampiri untuk bersalaman dan berfoto bersama Bupati H Shalahudin dan Ibu Maya Savitri.
Dengan senyum terpancar, Bupati dan ibu Maya Savitri bahkan memanggil anak-anak yang masih basah usai mandi di Sungai Barito.
“Ayo sini nak, kalo handak bersalaman sama bapak dan ibu,” ujar Bupati Shalahudin sembari menyambut anak-anak dan warga dengan santai untuk yang ingin berjabat tangan ataupun berswafoto saja.
Bagi warga, kehadiran orang nomor satu di Barito Utara tersebut menjadi pemandangan yang cukup unik dan menarik.
Bupati dan Forkopimda yang biasanya terlihat dalam agenda pemerintahan dan peninjauan pembangunan, kali ini hadir dalam suasana yang jauh lebih cair santai tanpa sekat protokoler.
Bukan sekadar menikmati sore, moment tersebut juga dimanfaatkan oleh Bupati Barut mengenang masa kecilnya dulu, dengan menceritakan bahwa dulu saat kecil, sering mandi dan berenang di pantai belakang toko "Terang Mas".
Bukan hanya mengenang kenangan masa kecilnya saja, Bupati H Shalahudin bersama Forkopimda dan kepala OPD yang mengikutinya mencoba melihat dan mencari potensi ekonomi masyarakat yang muncul akibat kondisi sungai yang sedang surut itu.
Nampak di sana, sejumlah warga membuka lapak makanan dan minuman dadakan di kawasan tepian pantai gosong Sungai Barito. Bupati pun mendorong agar keberadaan kawasan gosong dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat, khususnya para pelaku UMKM agar roda perekonomian masyarakat bergerak.
Bupati juga mengajak masyarakat maupun aparatur yang datang ke kawasan tersebut untuk ikut menyemarakan serta menghidupkan wisata dadakan dan meningkatkan ekonomi warga dengan membeli dagangan UMKM dari lapak-lapak lokal.
Di sisi lain, suasana santai itu seolah menjadi pengingat bahwa tepian Sungai Barito bukan hanya bagian dari wajah Kota Muara Teweh, tetapi juga ruang sosial yang sejak lama menjadi tempat masyarakat berkumpul, berinteraksi dan menikmati sore.
Bagi Shalahudin sendiri, suasana tersebut membawa kenangan tersendiri.
“Teringat masa lalu waktu masih anak-anak saya sering ke sini, untuk mandi dan bermain pasir,” ucapnya mengenang masa lalunya ketika bermain dan menyusuri pantai pasir tepian Sungai Barito.
Di tengah rutinitas pemerintahan yang padat dan agenda pembangunan yang terus dikejar, sore itu Bupati Barito Utara bersama Forkopimda memilih refreshing sejenak dengan cara yang berbeda.
Duduk santai, menyapa warga, menikmati suasana sungai dan mendengar musik lokal.
Sederhana, tetapi justru dari suasana seperti itulah kedekatan pemimpin dengan masyarakat terlihat tanpa banyak seremoni serta di penuhi energi positif karena bertemu langsung dengan warga masyarakatnya.
Sungai Barito sedang surut, tetapi suasana kebersamaan di tepian sungai justru terasa mengalir penuh keakraban.(Van)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.