Fakta Nasional

7 Film Perjuangan Indonesia yang Cocok Ditonton untuk Mengisi Momen Kemerdekaan

FAKTANASIONAL.NET - Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia tidak harus selalu diisi dengan perlombaan. Menonton film perjuangan Indonesia juga dapat menjadi pilihan untuk mengenang sejarah sekaligus memahami nilai pengorbanan para toko…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Monday, 17 August 2026 📖 1 menit
7 Film Perjuangan Indonesia yang Cocok Ditonton untuk Mengisi Momen Kemerdekaan
7 Film Perjuangan Indonesia yang Cocok Ditonton untuk Mengisi Momen Kemerdekaan(Netflix)
) -->

FAKTANASIONAL.NET - Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia tidak harus selalu diisi dengan perlombaan. Menonton film perjuangan Indonesia juga dapat menjadi pilihan untuk mengenang sejarah sekaligus memahami nilai pengorbanan para tokoh bangsa.

Film bertema sejarah menawarkan cara yang lebih ringan untuk mengenalkan perjalanan Indonesia kepada generasi muda. Selain menghibur, sejumlah karya sinema nasional mengangkat kisah nyata tokoh serta peristiwa penting yang berkaitan dengan perjuangan merebut dan mempertahankan kemerdekaan.

Dikutip dari CNN Indonesia, terdapat tujuh film perjuangan yang layak masuk daftar tontonan saat momentum kemerdekaan.

Pertama, Cut Nyak Dhien (1988) karya Eros Djarot yang dibintangi Christine Hakim. Film ini menceritakan perjuangan Cut Nyak Dhien melawan Belanda setelah wafatnya Teuku Umar. Film tersebut menjalani restorasi pada 2021.

Berikutnya Soekarno (2013) arahan Hanung Bramantyo yang menampilkan Ario Bayu sebagai sang proklamator. Ceritanya mengikuti perjalanan Soekarno menghadapi penjajahan Belanda dan Jepang hingga memproklamasikan kemerdekaan.

Jenderal Soedirman (2015) garapan Viva Westi menampilkan Adipati Dolken sebagai Panglima Besar TNI. Film ini menggambarkan perjuangan gerilya Soedirman meski kondisi kesehatannya menurun.

Sang Kiai (2013) karya Rako Prijanto mengangkat perjuangan KH Hasyim Asy'ari menghadapi pendudukan Jepang serta pesan tentang persatuan dan keberanian.

Kemudian ada Kartini (2017) yang disutradarai Hanung Bramantyo dan diperankan Dian Sastrowardoyo. Film ini menyoroti perjuangan Raden Ajeng Kartini memperjuangkan pendidikan bagi perempuan.

Untuk pilihan berbeda, Battle of Surabaya (2015) karya Aryanto Yuniawan menggunakan animasi untuk mengisahkan Musa, remaja yang menjadi kurir dalam Pertempuran Surabaya 1945.

Terakhir, Merah Putih (2009) garapan Yadi Sugandi berlatar perang kemerdekaan 1947 dan menceritakan persatuan pemuda dari berbagai latar dalam melawan Belanda.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK