707 Penerima MBG Diduga Keracunan, BGN Hentikan Sementara Operasional SPPG di Semarang
FAKTANASIONAL.NET - Badan Gizi Nasional (BGN) memutuskan menghentikan sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang melayani Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMK Negeri 6 Semarang, Jawa Tengah. Langkah tersebut diambil setel…
Dengarkan Ringkasan
FAKTANASIONAL.NET - Badan Gizi Nasional (BGN) memutuskan menghentikan sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang melayani Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMK Negeri 6 Semarang, Jawa Tengah.
Langkah tersebut diambil setelah 707 penerima manfaat diduga mengalami keracunan makanan.
Dikutip dari RRI, Minggu (2 Agustus 2026), penghentian sementara dilakukan hingga proses investigasi selesai untuk memastikan penyebab insiden tersebut.
Kepala BGN, Sudaryono, juga turun langsung meninjau kondisi para korban yang dirawat di tiga rumah sakit sekaligus memantau penanganan medis yang diberikan.
Dalam konferensi pers di Jakarta, Sudaryono menegaskan bahwa tim investigasi masih bekerja melakukan pemeriksaan secara menyeluruh terhadap dugaan keracunan tersebut.
"Tim investigasi masih bekerja untuk mendalami kasus ini. Kami ingin memastikan penyebabnya berdasarkan hasil pemeriksaan yang komprehensif," kata Sudaryono.
Berdasarkan laporan Dinas Kesehatan Kota Semarang, sebanyak 693 siswa dan 14 guru yang menjadi peserta Program Makan Bergizi Gratis dilaporkan mengalami dugaan keracunan setelah mengonsumsi makanan yang disediakan.
Mayoritas korban mengalami keluhan berupa pusing, mual, dan muntah. Sebagian menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit, sementara lainnya mendapatkan penanganan sesuai kondisi kesehatan masing-masing.
Sudaryono menegaskan BGN menerapkan prinsip tanpa toleransi terhadap kelalaian dalam penyelenggaraan Program MBG.
Apabila hasil investigasi menemukan adanya pelanggaran dalam proses penyediaan makanan, BGN akan memberikan sanksi tegas.
"Kalau nanti terbukti ada kelalaian. Kami akan melakukan suspend terhadap SPPG yang terkait sambil menunggu hasil evaluasi dan tindak lanjut sesuai ketentuan yang berlaku," ujarnya.
Saat ini pemerintah bersama instansi terkait masih menunggu hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan yang dikonsumsi para korban.
Hasil pemeriksaan tersebut akan menjadi dasar untuk memastikan penyebab dugaan keracunan sekaligus memperkuat standar keamanan pangan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di masa mendatang.[dit]
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.