Fakta Nasional

Abdul Fikri Faqih Dorong Rasionalisasi Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji 2025 Agar Lebih Terjangkau

JAKARTA , FAKTANASIONAL . NET - Anggota Komisi VIII DPR RI Abdul Fikri Faqih, menyoroti tingginya biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) tahun 1446 H/2025 M dalam rapat perdana Panitia Kerja (Panja) Haji DPR bersama Kementerian Agama (Kemenag) di…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Editor Editor: Redaksi 📍 Nasional Friday, 03 January 2025 📖 1 menit
Abdul Fikri Faqih Dorong Rasionalisasi Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji 2025 Agar Lebih Terjangkau
Anggota Komisi VII DPR RI, Abdul Fikri Faqih

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Anggota Komisi VIII DPR RI Abdul Fikri Faqih, menyoroti tingginya biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) tahun 1446 H/2025 M dalam rapat perdana Panitia Kerja (Panja) Haji DPR bersama Kementerian Agama (Kemenag) di Senayan, Jakarta, Kamis (02/01/2025).

Fikri mengusulkan sejumlah poin rasionalisasi agar BPIH dapat ditekan hingga di bawah Rp90 juta. Ia menekankan pentingnya meringankan beban calon jemaah haji di tengah kondisi ekonomi yang sulit.

“Penyelenggaraan ibadah haji harus lebih baik, dan biayanya harus dibuat seringan mungkin bagi masyarakat yang sedang mengalami kesulitan ekonomi,” tegas Fikri.

Fikri meminta maskapai penerbangan dan Pertamina untuk bernegosiasi serta menyerahkan rincian biaya penerbangan agar dapat dikaji ulang. Ia menyoroti rencana kenaikan biaya penerbangan dari Rp33,4 juta menjadi Rp34,48 juta per jemaah.

“Tentang biaya penerbangan yang direncanakan naik, silakan maskapai dan Pertamina berdiskusi serta memberikan dokumen rincian biaya agar kami bisa mengonsolidasikan angka yang lebih rasional, sehingga tidak membebani jemaah tetapi pelayanan tetap optimal,” ujar Fikri.

Fikri juga mempertanyakan kenaikan biaya embarkasi dan debarkasi sebesar Rp92.486 per orang. Ia menegaskan bahwa biaya tersebut harus dijelaskan secara transparan oleh pihak terkait.

“Ada biaya sebesar Rp92.486 per orang, padahal seharusnya tidak ada charge tambahan. Ini harus dijelaskan dengan transparan,” tandasnya.

Fikri mendorong agar biaya keimigrasian sebesar Rp13.765 dihapuskan dan biaya dokumen perjalanan sebesar Rp308 ribu dapat ditekan.

Fikri juga menyoroti masalah layanan bus sholawat yang dinilai sudah tidak layak pakai. Ia menyebut ada perusahaan bus milik Saudi yang direkturnya orang Indonesia, tetapi belum dimanfaatkan untuk melayani jemaah Indonesia meski busnya masih baru.

“Ada provider bus di Saudi yang siap melayani jemaah Indonesia dengan armada bus baru. Sayangnya, ini belum dimanfaatkan dengan optimal,” ungkap Fikri.

Fikri berharap berbagai usulan ini dapat ditindaklanjuti oleh Kementerian Agama agar biaya haji tahun 2025 menjadi lebih terjangkau bagi masyarakat. [dnl]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK