Fakta Nasional

AGK Wafat Tak Hentikan Kasus: KPK Kejar Terus Aliran Dana Rp5,5 Miliar dari Haji Robert

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Meskipun mantan Gubernur Maluku Utara, Abdul Gani Kasuba (AGK), telah meninggal dunia dan status tersangkanya gugur, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak akan berhenti. KPK menegaskan akan terus mendalami dugaan alir…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Friday, 12 September 2025 📖 1 menit
AGK Wafat Tak Hentikan Kasus: KPK Kejar Terus Aliran Dana Rp5,5 Miliar dari Haji Robert
KPK menemukan indikasi TPPU dari kasus Silmy Karim./(ist/fkn)

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Meskipun mantan Gubernur Maluku Utara, Abdul Gani Kasuba (AGK), telah meninggal dunia dan status tersangkanya gugur, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak akan berhenti. KPK menegaskan akan terus mendalami dugaan aliran dana sebesar Rp5,5 miliar dari Presiden Direktur PT Nusa Halmahera Mineral (NHM), Romo Nitiyudo Wachjo atau Haji Robert. Fakta-fakta yang terungkap di persidangan menjadi bukti kuat bagi KPK untuk menelusuri aliran dana panas ini hingga tuntas.

Setiap informasi yang muncul di Pengadilan Tipikor Ternate kini menjadi bahan analisis mendalam bagi penyidik. Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, memastikan bahwa keterangan saksi dan bukti transaksi terkait dugaan pemberian uang dari Haji Robert akan ditelusuri lebih lanjut. Kematian tersangka utama tidak akan menutup penyelidikan terhadap pihak-pihak lain yang mungkin terlibat dalam lingkaran korupsi ini, memastikan tidak ada yang lolos dari jerat hukum.

Dalam persidangan, Haji Robert mengakui memberikan uang Rp2,5 miliar kepada anak AGK, Thoriq Kasuba. Ia berdalih uang tersebut adalah pinjaman untuk usaha kos-kosan dengan perjanjian pengembalian. Selain itu, ia juga mengaku memberikan dana lain atas permintaan pribadi AGK untuk keperluan sosial dan pengobatan. KPK akan mencermati apakah pengakuan ini murni pinjaman atau ada modus lain di baliknya untuk menyamarkan dugaan suap terkait perizinan tambang.[dit]

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK