Fakta Nasional

Ahmad Khozinudin Ungkap Skenario Pilpres 2029: Madesu! Masa Depan Suram

FAKTANASIONAL.NET - Pemilu 2029 menjadi momentum politik krusial di tengah kegaduhan yang tiada henti. Tapi alih-alih menjadi harapan perubahan, Skenario Pilpres 2029 justru memiliki masa depan yang menambah suram. Madesu. Analisa itu terungkap dala…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: M. Sahlan Editor: Redaksi 📍 Nasional Tuesday, 22 September 2026 📖 2 menit
Ahmad Khozinudin Ungkap Skenario Pilpres 2029: Madesu! Masa Depan Suram
) -->

FAKTANASIONAL.NET - Pemilu 2029 menjadi momentum politik krusial di tengah kegaduhan yang tiada henti. Tapi alih-alih menjadi harapan perubahan, Skenario Pilpres 2029 justru memiliki masa depan yang menambah suram. Madesu.

Analisa itu terungkap dalam tulisan Ahmad Khozinudin, berikut ini:

Pagi ini, penulis kembali menyeruput secangkir kopi kapal api nikmat. Kebiasaan ini, sudah bertahun-tahun penulis lakukan. Bagi penikmat kopi yang alergi terhadap gula, mohon maaf. Selera penulis masih kopi plus gula, karena hidup di Indonesia ini masih terasa pahit.

Lalu, seliweran di HP muncul analisa Bocor Alus Politik Tempo yang menyebutkan bahwa Prabowo dalam Pilpres 2029 berpotensi maju lagi berpasangan dengan tiga nama utama yang masuk dalam radar perbincangan.

Ada Teddy Indra Wijaya (Seskab / mantan ajudan Prabowo), Sugiono (Menteri Luar Negeri / Sekjen Gerindra) dan Sudaryono (Wakil Menteri Pertanian / Kepala BGN).

Lalu, muncul skenario Pilpres 2029 yang terdiri dari dua poros utama:

Pertama, Poros Istana Baru yang disisi Duet Prabowo dengan figur internal (seperti Teddy, Sugiono, atau Sudaryono) yang mengandalkan mesin partai Gerindra dan efek petahana (incumbency effect).

Kedua, Poros Tandingan Gibran yang Jika terpisah dari Prabowo, Gibran berpotensi membangun poros politiknya sendiri, salah satunya diisukan berpasangan dengan Dedi Mulyadi (KDM) demi mengamankan basis suara besar di Jawa Barat dan Jawa Tengah.

Poros politik ini, benar-benar mengkonfirmasi bahwa masa depan Indonesia suram. Ya, MADESU, masa depan suram.

Secara psikologi, rakyat Indonesia saat ini mengalami beban kompleks karena mengalami dua tekanan sekaligus. Realitas yang susah dan masa depan yang suram.

Siapapun, tentu tak akan melabuhkan harapan kepada Gibran, selain para pendukungnya. Begitu juga terhadap Prabowo, yang setelah kalah Pilpres 4 kali, saat menjadi Presiden ternyata gagal mewujudkan janji-janji politiknya.

Prabowo, sibuk menghardik rakyat. Mengumpat dengan kata-kata ndasmu, bajingan tolol hingga goblok. Tak ada harga dirinya rakyat dimata mantan menantu Soeharto ini.

Sedangkan Gibran, sampai hari ini dia belum ikut paket C. Deklarasi Persamaan SMA nya, bermasalah. Kalau bicara di ruang publik sering tak nyambung, wajahnya lusuh seperti kurang tidur, tak memberikan semangat dan asa bagi rakyat.

Keduanya, baik Prabowo maupun Gibran adalah gambaran realitas yang berat dan masa depan yang suram.

Penulis kira, ada benarnya pameo politik yang menyatakan:

"Pilihlah saya, jika terpilih saya berjanji akan menyejahterakan rakyat. Jika gagal, tolong pilih saya lagi, saya pasti akan kembali berjanji menyejahterakan rakyat".

Ya, selama ini rakyat hanya kenyang dijejali janji politik (baca: ditipu politisi). Kesengsaraan dan penderitaan rakyat, dieksploitasi sebagai komoditas politik, bahan kampanye politik. Sebab, kalau keadaan rakyat kaya raya dan sejahtera, tentu politisi tak dibutuhkan lagi, dan tak ada janji yang bisa disampaikan politisi saat kampanye politik.

Hari ini, belum juga kekuasaan memenuhi janjinya untuk menyejahterakan rakyat, sudah sibuk persiapan untuk perebutan kekuasaan pada Pilpres di tahun 2029. Terus, kapan mereka punya waktu untuk serius ngurusi rakyat? Atau, selama ini rakyat saja yang ke-GR-an karena merasa akan diurusi?

Ah sudahlah. Pembaca tak perlu cemas, terus saja membaca dan berjuang. Tak perlu merasa capek dan bosan, karena penulis juga selalu gembira menuliskan artikel untuk pembaca setiap harinya.

Ahmad Khozinudin, S.H. (advokat)

Sumber: FB @Ahmad Khozinudin


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK