AHY Beberkan Hasil Rapat Danantara, Restrukturisasi Utang Whoosh Disepakati Diambil Alih Kemenkeu
FAKTANASIONAL.NET - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mengungkapkan bahwa rapat Dewan Pengawas (Dewas) Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara turut membahas penyelesaian utang Ke…
Dengarkan Ringkasan
FAKTANASIONAL.NET - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mengungkapkan bahwa rapat Dewan Pengawas (Dewas) Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara turut membahas penyelesaian utang Kereta Cepat Whoosh. Pertemuan tersebut berlangsung di Wisma Danantara pada Kamis (6/8/2026).
Menurut AHY, salah satu perhatian utamanya ialah memastikan Danantara berperan aktif dalam mendukung pembangunan infrastruktur dan memperkuat konektivitas di berbagai wilayah Indonesia.
Dikutip dari CNBC Indonesia, AHY yang juga merupakan anggota Dewas Danantara mengatakan pembahasan rapat secara umum berfokus pada perkembangan berbagai proyek strategis serta investasi yang akan dikawal sepanjang tahun ini hingga beberapa tahun mendatang.
Ia juga mengaku secara langsung menanyakan perkembangan restrukturisasi pembiayaan proyek Kereta Cepat Whoosh. "Tadi saya juga bicara dan bertanya sekaligus bagaimana kita ingin menyelesaikan urusan kereta cepat, restrukturisasi keuangan dan sudah dijelaskan tadi oleh CEO maupun COO Danantara sudah duduk bareng kita semua," ujar AHY.
Dalam kesempatan tersebut, AHY menyampaikan bahwa rapat Dewas Danantara telah menghasilkan kesepakatan yang nantinya akan diumumkan kepada publik pada waktu yang tepat.
Ia juga mengingatkan bahwa Kementerian Keuangan sebelumnya telah menyatakan kesiapan mengambil alih utang Kereta Cepat Whoosh sebagai bagian dari restrukturisasi keuangan PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC).
"Waktu itu saya yang menjadi atau mengkoordinasikan antara pihak dan antara Kementerian Perhubungan dengan Kementerian Keuangan tentunya," kata AHY.
Meski demikian, AHY belum bersedia mengungkapkan nilai pengambilalihan tersebut.
Selain membahas Whoosh, rapat juga menyoroti konsolidasi BUMN pengelola kawasan industri strategis.
Menurut AHY, langkah perampingan itu diharapkan mampu meningkatkan efisiensi, memperkuat daya saing kawasan industri nasional, serta didukung pembangunan infrastruktur yang memadai agar Indonesia mampu bersaing dengan negara seperti Vietnam dan Thailand.[dit]
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.