Fakta Nasional

Airlangga Hartarto: Program Makan Bergizi Gratis Adalah Investasi, Bukan Sekadar Belanja

FAKTANASIONAL.NET - Menko Perekonomian Airlangga Hartarto memberikan jawaban tegas atas kritik lembaga pemeringkat Fitch Ratings terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG), pada 5 Maret 2026. Meski Fitch mengkhawatirkan tekanan pada fiskal Indonesia…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Friday, 06 March 2026 📖 1 menit
Airlangga Hartarto: Program Makan Bergizi Gratis Adalah Investasi, Bukan Sekadar Belanja
Pemerintah memutuskan memperpanjang skema WFH bagi ASN selama dua bulan ke depan demi menghemat kas APBN dan merancang insentif ekonomi kuartal II./(instagram)
) -->

FAKTANASIONAL.NET - Menko Perekonomian Airlangga Hartarto memberikan jawaban tegas atas kritik lembaga pemeringkat Fitch Ratings terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG), pada 5 Maret 2026.

Meski Fitch mengkhawatirkan tekanan pada fiskal Indonesia, Airlangga memandang program ini sebagai strategi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang akan berdampak besar pada pertumbuhan ekonomi masa depan.

Airlangga mengutip studi dari World Bank yang menyebutkan bahwa setiap satu dolar yang diinvestasikan pada program gizi dapat menghasilkan imbal balik hingga tujuh dolar.

Ia menekankan bahwa langkah ini bukanlah pemborosan, melainkan praktik lazim yang juga dilakukan oleh negara maju seperti Amerika Serikat untuk menjaga kualitas kesehatan generasi mendatang.

Terkait penurunan outlook utang Indonesia oleh Fitch, Airlangga menyatakan pemerintah akan terus memantau implementasi MBG secara bertahap. Selain MBG, isu pembentukan Danantara juga menjadi perhatian.

Pemerintah berkomitmen membangun track record yang transparan bagi lembaga investasi baru tersebut guna meyakinkan pasar global bahwa manajemen fiskal Indonesia tetap terkendali.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK