Aksi Seorang Istri Habisi Suaminya yang ASN di Kantor Inspektorat Kabupaten OKI
FAKTANASIONAL.NET - Sebetulnya, tidak ada rumah tangga itu yang sepenuhnya baik-baik saja. Ada saja masalahnya. Besar maupun kecil. Tidak ada masalah besar, kalau cepat diselesaikan. Dan tidak ada masalah kecil, kalau dibiarkan, pasti akan membesar…
Dengarkan Ringkasan
FAKTANASIONAL.NET - Sebetulnya, tidak ada rumah tangga itu yang sepenuhnya baik-baik saja. Ada saja masalahnya. Besar maupun kecil. Tidak ada masalah besar, kalau cepat diselesaikan. Dan tidak ada masalah kecil, kalau dibiarkan, pasti akan membesar dan meledak.
Wanita berkaca mata, berbaju kaos hitam, dan celana panjang putih itu, ditangkap polisi setelah menghabisi suaminya (ASN) di kantor Inspektorat, Kabupaten Ogan Komering Ilir. Itu pasti masalah besar. Bahkan, sangat besar. Inisial wanita itu DLA.
Tapi, tahukah kita bahwa masalah yang dihadapi wanita itu sebetulnya adalah masalah kecil? Ya, anak semata wayangnya sakit. Dan si DLA itu pergi menemui suaminya di kantor Inspektorat, Kabupaten Ogan Komering Ilir hendak meminta uang untuk berobat anaknya. Alangkah kecilnya?
Tapi, tidak! Ia menemui suaminya sambil membawa pisau, yang kalau tak diberi suaminya, maka sudah ada rencana akan menghabisi suaminya. Entah sakit apa anaknya? Bukankah ASN punya fasilitas BPJS? Kok, ia punya firasat, suaminya tak akan memberi uang, sehingga harus membawa pisau?
Itulah yang saya katakan di atas. Tidak ada rumah tangga yang sepenuhnya baik-baik saja. Sang suami yang bernama Anton itu, usianya baru 32 tahun, pasti tak menyangka istrinya membawa pisau menemuinya. Pasangan ini terbilang muda. Mustahil juga, seorang bapak tak sayang anaknya?
Bahkan, wanita itu tak berubah, setelah suaminya menyelesaikan shalat Zuhur di Mushola, kantornya. Ia tetap menikamkan pisaunya berkali-kali ke tubuh suaminya, hingga ambruk tak bernyawa. Entah apa yang sebenarnya terjadi? Polisi sedang mengusut kasus ini.
Rumah tangga wanita itu benar-benar berakhir. Tangannya sendiri yang mengakhiri. Anak yang diperjuangkannya seketika menjadi yatim. Masalah yang dihadapi setelah ini, tidak akan lebih mudah daripada masalah sebelumnya. Pengalaman rumah tangga seperti ini pelajaran bagi rumah tangga-rumah tangga lainnya. (ERIZAL)
Sumber: FB @Erizal
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.