Fakta Nasional

Aktivitas Digital Tinggi Masyarakat Indonesia, Kaspersky: Konten Judol Disebarkan dalam Konten dengan Topik Populer

FAKTANASIONAL.NET - Kaspersky menyebutkan penyebar konten judi online (judol) memanfaatkan konten dengan topik yang sedang populer dan platform digital dengan tingkat interaksi tinggi untuk menjangkau banyak pengguna internet. "Judi online adalah sa…

Penulis: Moch. Ade Maulidin Editor: Redaksi 📍 Nasional Tuesday, 07 July 2026 📖 1 menit
Aktivitas Digital Tinggi Masyarakat Indonesia, Kaspersky: Konten Judol Disebarkan dalam Konten dengan Topik Populer

FAKTANASIONAL.NET - Kaspersky menyebutkan penyebar konten judi online (judol) memanfaatkan konten dengan topik yang sedang populer dan platform digital dengan tingkat interaksi tinggi untuk menjangkau banyak pengguna internet.

"Judi online adalah salah satu dari banyak tema yang dieksploitasi oleh pelaku kejahatan untuk memikat pengguna agar berbagi informasi pribadi, mengunduh file berbahaya, atau melakukan transaksi keuangan," kata Country Manager Kaspersky Indonesia, Defi Nofitra di Jakarta pada Senin (7/7/2026).

Pelaku kejahatan siber yang lain seperti penipu daring juga memanfaatkan konten dan platform digital populer untuk menyebarkan tautan phishing, situs web palsu, dan aplikasi seluler palsu untuk menjangkau sasaran mereka.

Defi Nofitra mengemukakan aktivitas digital tinggi masyarakat membuat Indonesia menjadi target yang menarik bagi para pelaku kejahatan siber.

Kondisi ini dibutuhkan upaya yang lebih luas dari pemblokiran konten guna mengatasi peningkatan ancaman kejahatan di ruang digital.

"Masalah ini tidak boleh dilihat semata-mata sebagai tantangan penegakan hukum. Ini sama pentingnya dengan masalah kepercayaan digital dan keamanan siber," ucapnya.

Lingkungan digital yang lebih aman hanya dapat tercipta melalui kolaborasi yang melibatkan pemerintah, platform digital, perusahaan keamanan siber, pelaku usaha, institusi pendidikan, dan pengguna internet.

Teknologi bisa mendeteksi dan memblokir aktivitas berbahaya di platform digital, tetapi teknologi tidak dapat menggantikan peran pengguna yang memiliki literasi digital tinggi.

Jadi, peningkatan literasi digital masyarakat dinilai penting dalam upaya untuk menekan risiko paparan ancaman kejahatan siber.

"Penjahat siber akan selalu mengikuti di mana pengguna paling aktif. Seiring terus berkembangnya platform digital, penguatan ketahanan digital, tidak hanya melalui teknologi tetapi juga melalui kesadaran, menjadi semakin penting," ujarnya. (adm)


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK