Fakta Nasional

Akui Tak Terima Uang Terkait Korupsi Kuota Haji, Yaqut Cholil Qoumas: Saya Tidak Paham Dakwaan Ini

FAKTANASIONAL.NET - Menteri Agama (Menag) Periode 2020–2024, Yaqut Cholil Qoumas mengaku dia tak pernah menerima uang satu rupiah pun terkait kasus dugaan korupsi kuota haji Indonesia pada tahun 2023–2024 seperti didakwakan oleh jaksa penuntut umum…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Moch. Ade Maulidin Editor: Redaksi 📍 Nasional Wednesday, 12 August 2026 📖 1 menit
Akui Tak Terima Uang Terkait Korupsi Kuota Haji, Yaqut Cholil Qoumas: Saya Tidak Paham Dakwaan Ini
) -->

FAKTANASIONAL.NET - Menteri Agama (Menag) Periode 2020–2024, Yaqut Cholil Qoumas mengaku dia tak pernah menerima uang satu rupiah pun terkait kasus dugaan korupsi kuota haji Indonesia pada tahun 2023–2024 seperti didakwakan oleh jaksa penuntut umum (JPU).

"Terus terang saya tidak memahami dakwaan itu karena yang menerima uang orang lain, tetapi yang didakwa saya dengan asumsi," katanya saat ditemui usai sidang pembacaan surat dakwaan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (Pengadilan Tipikor PN Jakpus) pada Selasa (12/8/2026).

Seluruh kebijakan yang diambil dalam kegiatan haji saat menjabat sebagai Menag merupakan hifdzun nafs, yakni menjaga keamanan dan keselamatan jiwa jamaah haji.

Kebijakan ini sesuai Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah.

Dengan begitu Yaqut Cholil Qoumas mengemukakan sebagai Menag bertugas menjamin keselamatan jamaah dan memberikan pembinaan dan layanan.

Menurutnya, dalam surat dakwaan, sudah jelas pihak yang berinisiatif memperoleh keuntungan dari kuota haji tambahan sejak tahun 2022–2025.

Yaqut Cholil Qoumas mengaku heran pihak yang melakukan jual beli kuota haji dan menerima uang dari Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) dan PIHK memperoleh keuntungan dan menambah kekayaan dengan cara-cara yang tidak benar justru tidak dihadirkan dalam persidangan.

"Ini yang menurut saya penting sekali untuk menjadi catatan ya," ucapnya. (adm)


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK