Fakta Nasional

Alarm Merah Rp1.700 Triliun: PPATK Bongkar Gurita Kejahatan Lingkungan

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Isu lingkungan kini bukan lagi sekadar masalah polusi, melainkan medan pertempuran melawan kejahatan finansial yang masif. Kepala PPATK, Ivan Yustiavandana, baru saja mengungkap fakta mengejutkan di hadapan DPR RI. Perpu…

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Wednesday, 04 February 2026 📖 1 menit

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Isu lingkungan kini bukan lagi sekadar masalah polusi, melainkan medan pertempuran melawan kejahatan finansial yang masif.

Kepala PPATK, Ivan Yustiavandana, baru saja mengungkap fakta mengejutkan di hadapan DPR RI. Perputaran uang dari Green Financial Crime (GFC) di Indonesia menyentuh angka fantastis, yakni Rp1.700 triliun sejak tahun 2020.

Angka ini melonjak jauh dari laporan sebelumnya, menandakan betapa liarnya arus uang haram di sektor sumber daya alam kita.

Berdasarkan riset komprehensif PPATK, praktik kotor ini tidak terjadi di ruang hampa. Pemetaan menunjukkan bahwa wilayah seperti Sumatra menjadi titik panas aktivitas GFC. Pola transaksi yang ditemukan tidak hanya melibatkan perpindahan dana antar rekening, tetapi juga mencerminkan kerusakan nyata di lapangan.

Dengan data ini, aparat penegak hukum seharusnya tidak lagi kesulitan dalam melacak pelaku utama di balik perusakan hutan, tambang ilegal, hingga perdagangan satwa dilindungi.

Hal yang paling krusial dari temuan PPATK adalah korelasi antara aliran uang mencurigakan dengan potensi bencana alam. Ivan menekankan bahwa data transaksi keuangan dapat berfungsi sebagai early warning system.

Jika sebuah wilayah menunjukkan lonjakan transaksi di sektor ekstraktif yang tidak wajar, dapat diprediksi bahwa ekosistem di daerah tersebut sedang terancam, yang pada akhirnya memicu bencana ekologis. Penegakan hukum finansial kini menjadi kunci utama dalam menjaga keberlanjutan alam Indonesia.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK