Fakta Nasional

Alasan KPK Menitipkan Mobil Mewah Ridwan Kamil di Bengkel Jawa Barat

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap alasan penitipan mobil mewah Mercedes-Benz milik mantan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil di bengkel lokal daripada di Rupbasan KPK Jakarta. Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, me…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Thursday, 15 May 2025 📖 1 menit
Alasan KPK Menitipkan Mobil Mewah Ridwan Kamil di Bengkel Jawa Barat
Penggeledahan dilakukan guna mencari bukti tambahan pasca-OTT kasus dugaan pemerasan izin tinggal WNA dan gratifikasi tahun 2022-2026./zul-fkn.

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap alasan penitipan mobil mewah Mercedes-Benz milik mantan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil di bengkel lokal daripada di Rupbasan KPK Jakarta.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menjelaskan keputusan ini diambil untuk memastikan kondisi fisik kendaraan tetap optimal selama proses penyidikan.

Menurut Budi, mobil tersebut disita dalam kasus dugaan korupsi pengadaan iklan di PT Bank BJB. “Sejauh ini KPK terus melakukan pemantauan guna memastikan barang bukti tetap dalam kondisi baik. Apabila diperlukan pemeriksaan, mobil tersebut tidak berubah wujud,” ujarnya di Gedung Merah Putih KPK, Rabu (14/5/2025).

Penitipan di bengkel dipilih berdasarkan pertimbangan teknis penyidik. Kendaraan mewah memerlukan perawatan khusus agar bagian mesin dan eksterior tetap terjaga, memudahkan KPK jika harus melakukan inspeksi ulang atau uji forensik.

Mobil ini terkait dengan lima tersangka, termasuk mantan Dirut BJB Yuddy Renaldi dan pengendali agensi iklan.

Kerugian negara mencapai sekitar Rp 222 miliar. Keputusan penitipan di bengkel dipandang memperlancar proses pemeriksaan tanpa mengorbankan keamanan barang bukti.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK