Fakta Nasional

Aliansi Nelayan Melanesia Bongkar Egosime Nelayan SNI yang Hanya Memikirkan Kelompok Sendiri

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET | Aliansi Nelayan Melanesia (ANM), menyesalkan aksi demonstraai Solidaritas Nelayan Indonesia (SNI) yang dinilai hanya mikirin kepentingan kelompok sendiri. Wakil ketua umum pengurus pusat Aliansi Nelayan Nusantara (ANM) S…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Zul Jamba Editor: Redaksi 📍 Nasional Saturday, 20 December 2025 📖 1 menit
Aliansi Nelayan Melanesia Bongkar Egosime Nelayan SNI yang Hanya Memikirkan Kelompok Sendiri

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET | Aliansi Nelayan Melanesia (ANM), menyesalkan aksi demonstraai Solidaritas Nelayan Indonesia (SNI) yang dinilai hanya mikirin kepentingan kelompok sendiri.

Wakil ketua umum pengurus pusat Aliansi Nelayan Nusantara (ANM) Syahrul Rumau mengatakan, tuntutan yang disampaikan SNI sangat merugikan bagi nelayan dari kawasan Timur Indonesia.

Karena itu, Syahrul Rumau meminta Solidaritas Nelayan Indonesia (SNI) jangan sembrono mengatasnamakan solidaritas nelayan Indonesia, kalau isinya banyak pengusaha Muara Baru dan daerah-daerah di Jawa saja.

"Solidaritas nelayan dari mana mereka, terlalu jawa sentris tidak mewakili aspirasi nelayan dari NTT. Papua dan Maluku," ucapnya Syahrul.

Menurut Syahrul, SNI hanya mengatasnamakan nelayan dari kelompok mereka tanpa melihat kompleksitas masalah nelayan secara komprehensif di semua wilayah Indonesia.

"Mereka ini hanya memperjuangkan nasib nelayan di kawasan pulau Jawa dan muara baru. Harga acuan ikan minta paling rendah, tapi enggak mau mendaratkan ikannya di wilayah Timur padahal nangkapnya di sana," papar Syahrul

Syahrul pun meminta dengan tegas kepada Pemerintah khusunya Kementerian Keluatan Perikanan (KKP) agar tidak terpengruh oleh aksi sekolompok orang yang hanya memikirkan nasib mereka saja, tanpa melihat regulasi dan realitas yang ada.


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK