Fakta Nasional

Aliran Korupsi BJB Diduga Mengalir ke Kantong Pribadi, Aset Ridwan Kamil Disita KPK

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Kasus korupsi iklan di bank BJB menyeret nama mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil (RK). Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kini tengah mendalami dugaan aliran uang haram dari kasus tersebut yang digunakan untuk kepe…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Friday, 12 September 2025 📖 1 menit
Aliran Korupsi BJB Diduga Mengalir ke Kantong Pribadi, Aset Ridwan Kamil Disita KPK
Penggeledahan dilakukan guna mencari bukti tambahan pasca-OTT kasus dugaan pemerasan izin tinggal WNA dan gratifikasi tahun 2022-2026./zul-fkn.
) -->

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Kasus korupsi iklan di bank BJB menyeret nama mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil (RK). Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kini tengah mendalami dugaan aliran uang haram dari kasus tersebut yang digunakan untuk kepentingan pribadi RK. Meskipun belum ada panggilan pemeriksaan untuknya, KPK memastikan penelusuran aset dan aliran dana terus berjalan intensif, bahkan sudah ada beberapa aset yang berhasil diamankan oleh penyidik.

Sebagai bukti keseriusannya, KPK telah menyita satu unit motor Royal Enfield dan sebuah mobil Mercedes-Benz yang diduga terkait dengan kasus ini. KPK tidak berhenti di situ; juru bicara Budi Prasetyo menyatakan pihaknya sedang mendalami layer berikutnya dari aliran uang yang berasal dari RK. Langkah ini menunjukkan bahwa KPK berusaha membongkar jaringan korupsi ini hingga ke akarnya dan mengembalikan kerugian negara yang ditaksir mencapai Rp 222 miliar.

Di tengah derasnya penyelidikan, Ridwan Kamil dengan tegas membantah keterlibatannya. Ia mengaku selama menjabat hanya menerima laporan dari biro atau komisaris terkait aktivitas di BUMD. Namun, bantahan ini kontras dengan langkah KPK yang telah menetapkan lima orang sebagai tersangka. Mereka terdiri dari mantan pejabat tinggi Bank BJB dan pihak swasta yang diduga bersekongkol untuk menggarap dana nonbujeter melalui proyek iklan fiktif.[dit]

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK