Fakta Nasional

ALLPrint Indonesia 2026 Perkuat Ekosistem Industri Percetakan dan Grafika

FAKTANASIONAL.NET - Industri percetakan Indonesia menunjukkan pertumbuhan yang stabil sepanjang 2026. Pertumbuhan tersebut antara lain ditopang oleh meningkatnya permintaan sektor kemasan atau packaging, label, serta textile printing yang ikut berke…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Mutia Seliana Editor: Redaksi 📍 Nasional Thursday, 24 September 2026 📖 4 menit
ALLPrint Indonesia 2026 Perkuat Ekosistem Industri Percetakan dan Grafika
Press conference AllPrint Indonesia 2026 yang diselenggarakan Krista Exhibitions, Selasa, 22 September 2026/Mut-Fkn.
) -->

FAKTANASIONAL.NET - Industri percetakan Indonesia menunjukkan pertumbuhan yang stabil sepanjang 2026. Pertumbuhan tersebut antara lain ditopang oleh meningkatnya permintaan sektor kemasan atau packaging, label, serta textile printing yang ikut berkembang seiring penetrasi e-commerce dan pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Proyeksi pertumbuhan industri percetakan tersebut dipaparkan dalam press conference peluncuran pameran internasional industri percetakan ALLPrint Indonesia 2026 yang digelar Krista Exhibitons, Selasa 22 September 2026.

Dalam pemaparan tersebut diungkapkan bahwa pertumbuhan industri percetakan diproyeksikan mencapai sekitar 3,39 persen, dengan pertumbuhan kumulatif berada di kisaran 11,42 persen.

Sementara itu, sektor packaging dan label disebut mengalami pertumbuhan hingga sekitar 20 persen. Adapun textile printing tumbuh sekitar 15 persen.

Perkembangan tersebut sekaligus menunjukkan perubahan pola kebutuhan pasar. Industri percetakan tidak lagi hanya mengandalkan produksi dalam jumlah besar, tetapi mulai bergeser menuju kebutuhan digital printing dan percetakan yang lebih personal.

Transformasi digital, perkembangan teknologi digital printing, kebutuhan kemasan, teknologi grafika, hingga otomatisasi proses produksi kini menjadi bagian penting dalam membentuk arah industri percetakan.

Perubahan tersebut juga mendorong pelaku industri untuk beradaptasi dengan teknologi dan solusi produksi yang semakin beragam.

Merespons perkembangan itu, Chief Executive Officer (CEO) Krista Exhibitions Daud D Salim mengatakan dengan alasan perkembangan tersebutlah pihaknya kembali menggelar ALLPrint Indonesia 2026.

Pameran internasional yang memasuki penyelenggaraan ke-27 tersebut akan menghadirkan berbagai teknologi, mesin, peralatan, bahan baku, serta solusi yang dibutuhkan industri percetakan dan grafika.

ALLPrint Indonesia 2026 dijadwalkan berlangsung pada 7–10 Oktober 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta.

Pameran ini akan menghadirkan sekitar 400 peserta, termasuk 20 UMKM, dari lebih dari 10 negara. Di antaranya Indonesia, China, Hong Kong, Malaysia, Taiwan, Jerman, Jepang, India, Singapura, dan Korea Selatan.

"Selama empat hari penyelenggaraan, ALLPrint Indonesia 2026 menargetkan 60.000 pengunjung," kata Daud.

ALLPrint Indonesia 2026 juga digelar bersamaan dengan sejumlah pameran pendukung, yakni Indo Sign & AD, Textile Printing, Print For Pack, Inter Corrugated, dan Pro Label Asia.

Kolaborasi tersebut memperluas cakupan ekosistem industri percetakan dan grafika. Para pelaku usaha dapat mempertemukan kebutuhan produksi dengan berbagai pilihan teknologi, produk, bahan baku, maupun solusi industri.

Daud mengatakan perkembangan industri percetakan saat ini semakin luas dan tidak lagi terbatas pada teknologi cetak konvensional.

“Industri percetakan saat ini berkembang sangat luas. Tidak hanya berbicara mengenai mesin dan teknologi cetak konvensional, tetapi juga digital printing, printing untuk kemasan, teknologi grafis, label, hingga berbagai solusi yang dibutuhkan oleh industri. Perkembangan ini tentu menciptakan kebutuhan baru dan peluang bisnis baru bagi para pelaku industri,” terang Daud.

Melalui ALLPrint Indonesia 2026, pengunjung dapat melihat langsung perkembangan teknologi yang mendukung proses produksi.

Teknologi yang ditampilkan mencakup digital printing, packaging printing, teknologi karton box, graphic technology, printing equipment, finishing technology, tinta, kertas dan media cetak, hingga perangkat lunak serta berbagai solusi pendukung industri grafika.

Kehadiran teknologi tersebut menjadi semakin relevan di tengah kebutuhan industri untuk meningkatkan efisiensi, memperluas kapasitas produksi, dan menyesuaikan produk dengan perubahan permintaan pasar.

Pameran juga memberikan kesempatan bagi pengunjung untuk memperoleh informasi langsung dari produsen dan penyedia teknologi, menyaksikan demonstrasi mesin dan produk, serta mengetahui penerapan solusi yang sesuai dengan kebutuhan produksi.

Perkuat Platform B2B

ALLPrint Indonesia 2026 juga memperkuat perannya sebagai platform business-to-business (B2B) yang mempertemukan produsen, distributor, pemasok, pengguna teknologi, dan pelaku usaha dari berbagai sektor.

Menurut Daud, pertemuan antarpelaku industri tersebut membuka peluang untuk memperluas jaringan sekaligus menjajaki kerja sama bisnis.

"Pertemuan tersebut membuka ruang bagi pelaku industri untuk memperluas jaringan, menemukan mitra dan pemasok baru, bertukar informasi mengenai perkembangan pasar, serta menjajaki peluang kerja sama bisnis," ujarnya.

Bagi perusahaan yang sedang mengembangkan kapasitas produksi atau mempertimbangkan investasi teknologi, pameran juga dapat menjadi salah satu ruang untuk memperoleh referensi sebelum menentukan pilihan.

"Pengunjung dapat membandingkan berbagai pilihan mesin dan solusi, berdiskusi langsung dengan tenaga ahli maupun perwakilan perusahaan, serta mendapatkan gambaran mengenai teknologi yang dapat diterapkan sesuai kebutuhan produksi," kata Daud.

Tak hanya menghadirkan area pameran, ALLPrint Indonesia 2026 juga dilengkapi sejumlah agenda edukasi dan forum industri yang membahas perkembangan teknologi serta isu yang relevan bagi pelaku usaha.

Salah satunya seminar “Ready for 2027 and onward? The New Rules of Digital Textile Printing” yang membahas perkembangan teknologi sekaligus arah industri digital textile printing.

Agenda lainnya adalah seminar “The Future of Carton Manufacturing: Smart Machines, Smart Solutions” yang mengangkat perkembangan otomatisasi industri karton serta pemanfaatan teknologi untuk menciptakan proses produksi yang lebih efisien.

Selain itu, ALLPrint Indonesia 2026 menghadirkan Eduprint Talkshow yang membahas isu sertifikasi halal dan kemasan, serta Musyawarah Nasional XI Persatuan Perusahaan Grafika Indonesia (PPGI).

"Beragam agenda tersebut menjadi bagian dari ruang pertukaran pengetahuan bagi pelaku industri, dengan pembahasan yang mencakup adopsi teknologi, efisiensi produksi, kepatuhan terhadap regulasi, serta perkembangan industri grafika," ujar Daud.

Dengan mempertemukan teknologi, produsen, distributor, asosiasi, dan pengguna dalam satu ekosistem, ALLPrint Indonesia 2026 menjadi salah satu ruang bagi pelaku industri percetakan, grafika, advertising, signage, packaging, dan sektor terkait untuk mengikuti perkembangan teknologi dan memperoleh referensi solusi produksi.

Pameran tersebut sekaligus membuka ruang bagi pelaku usaha untuk membangun koneksi dan menjajaki peluang bisnis baru di tengah perubahan kebutuhan industri.

Daud mengajak pelaku industri dan masyarakat yang berkepentingan dengan perkembangan teknologi percetakan untuk menghadiri ALLPrint Indonesia 2026.

"Registrasikan kunjungan Anda sekarang untuk mengeksplorasi teknologi, inovasi, dan peluang bisnis terbaru dalam industri percetakan. Registrasi melalui tautan berikut https://staging.kristaonline1.com/visitor/allprintindonesia," pungkas Daud.[Mut]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK