Fakta Nasional

Ambisi Besar Program Makan Bergizi Gratis 2026: Target 83 Juta Penerima dan Tantangan Pasokan Pangan

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Tim Koordinasi Penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menggelar rapat perdana untuk mematangkan salah satu program utama pemerintahan. Rapat ini membedah berbagai persoalan krusial lintas kementerian dan lemb…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Monday, 10 November 2025 📖 1 menit
Ambisi Besar Program Makan Bergizi Gratis 2026: Target 83 Juta Penerima dan Tantangan Pasokan Pangan
Program pemerintah, MBG akan dirancang untuk evaluasi/net.

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Tim Koordinasi Penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menggelar rapat perdana untuk mematangkan salah satu program utama pemerintahan. Rapat ini membedah berbagai persoalan krusial lintas kementerian dan lembaga yang esensial bagi kesuksesan program.

Ketua Harian Tim Koordinasi, Nanik Sudaryati Deyang, memimpin diskusi yang fokus pada standardisasi, logistik, dan perluasan target penerima manfaat. Dalam keterangan resminya di Jakarta (9/11), Nanik menjelaskan beberapa agenda utama, termasuk pembahasan 19 SOP Kesehatan, penyusunan menu, serta teknis distribusi MBG bagi balita, ibu hamil, dan ibu menyusui. Selain itu, dibahas pula pembentukan kelompok kerja khusus untuk penyiapan bahan baku pangan.

Target Masif: Lansia, Difabel, dan Seluruh Rakyat Miskin

Pemerintah menetapkan target yang sangat ambisius untuk program ini. Pada tahun 2026, MBG ditargetkan menjangkau 83 juta penerima manfaat setiap hari. Angka ini mencakup siswa, balita, serta ibu hamil dan menyusui. Lebih lanjut, Kementerian Sosial telah mengusulkan—dan Presiden Prabowo Subianto telah menyetujui—agar para lansia serta difabel turut dimasukkan ke dalam daftar penerima. Visi besarnya, kata Nanik, pada 2027 Presiden berharap dapat memberikan makan bergizi gratis untuk seluruh masyarakat miskin di Indonesia. "Ini luar biasa peluangnya," tegas Nanik, menekankan perlunya keterlibatan semua K/L.

Ancaman Kenaikan Harga dan Pasokan Bahan Baku

Nanik secara terbuka mengakui bahwa Badan Gizi Nasional (BGN) tidak dapat bekerja sendiri karena skala anggaran dan kompleksitas program yang masif. Saat ini, struktur koordinator pelaksana di tingkat provinsi dan kabupaten/kota sedang dibahas bersama Kemendagri dan Kemenpan RB. Namun, tantangan terbesar ada di depan mata: pasokan bahan pangan. Saat ini saja, 14.299 SPPG yang melayani 40 juta penerima telah menyebabkan kenaikan harga komoditas seperti ayam, telur, dan sayuran. "Kalau tidak segera diantisipasi, yang akan meledak adalah soal penyediaan bahan baku," tandas Nanik.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK