Fakta Nasional

Amnesti Hasto Kristiyanto: Momentum Evaluasi Kinerja KPK

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Amnesti Presiden Prabowo Subianto bagi Mantan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto memunculkan kritik tajam dari berbagai kalangan. Pemberian amnesti pada kasus pergantian antarwaktu anggota DPR dianggap sebagai puncak masalah…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Monday, 04 August 2025 📖 1 menit
Amnesti Hasto Kristiyanto: Momentum Evaluasi Kinerja KPK
Bupati Muara Enim Edison berjalan melewati kerumunan awak media saat tiba di Gedung Merah Putih KPK, Kavling C1, Kuningan, Jakarta Selatan./fkn

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Amnesti Presiden Prabowo Subianto bagi Mantan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto memunculkan kritik tajam dari berbagai kalangan. Pemberian amnesti pada kasus pergantian antarwaktu anggota DPR dianggap sebagai puncak masalah mendasar di KPK, yang kini dinilai perlu reformasi total.

Menurut Ahli Hukum UMJ Chairul Huda, keputusan presiden melemahkan citra KPK sebagai lembaga antikorupsi independen. “Amnesti ini menegaskan bahwa KPK belum sepenuhnya bebas dari intervensi politik,” ujarnya. Ia menyoroti sejumlah kasus sebelumnya—termasuk Ahok dan Anies Baswedan—yang sempat dituding sebagai kriminalisasi bermotif politik.

Pasca-amandemen UU, KPK kerap kalah di praperadilan—dalam kasus Edward Omar Sharif Hiariej hingga Sahbirin Noor—menunjukkan bukti awal kurang kuat saat menetapkan tersangka. Chairul berpendapat presiden ingin memberi pelajaran kepada KPK agar mengevaluasi kepemimpinan dan mekanisme penegakan hukum internal. Rencana rearmament lembaga antirasuah disebut akan menentukan kembali kepercayaan publik.

Selain Hasto, presiden juga memberikan abolisi pada Thomas Trikasih Lembong (kasus impor gula) serta amnesti bagi terpidana ITE dan penghinaan presiden. Langkah ini dinilai meniru kebijakan presiden Habibie yang menekankan penjara bukan solusi utama bagi perbedaan pandangan politik.

Menjelang evaluasi menyeluruh, publik menanti gebrakan KPK untuk membuktikan komitmen antikorupsi tanpa kompromi politik.[dit]

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK