Anak Purbaya Kembali Bersuara: Singgung “Mafia” dan Ancaman kepada Presiden
FAKTANASIONAL.NET - Anak mantan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Yudo Achilles Sadewa, kembali menjadi perhatian publik setelah menyampaikan pernyataan bernada keras melalui akun Instagram pribadinya. Dalam unggahan terbaru pada Selasa, 15 Sep…
Dengarkan Ringkasan
FAKTANASIONAL.NET - Anak mantan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Yudo Achilles Sadewa, kembali menjadi perhatian publik setelah menyampaikan pernyataan bernada keras melalui akun Instagram pribadinya.
Dalam unggahan terbaru pada Selasa, 15 September 2026, Yudo menyinggung keberadaan sosok yang disebutnya sebagai “mafia”.
Ia mengaitkan sosok tersebut dengan dugaan ancaman terhadap Presiden Prabowo Subianto apabila para koruptor ditangkap.
Unggahan itu turut menampilkan foto Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni dan Purbaya Yudhi Sadewa. Namun, Yudo tidak menyebut secara gamblang identitas pihak yang dimaksud sebagai “mafia”.
“Well tahu lah siapa mafia-nya. Dia ancam presiden supaya lengser kalau koruptor ditangkap. Sementara bapak pecatin koruptor,” tulis Yudo.
Pernyataan tersebut menjadi sorotan karena muncul sehari setelah Purbaya resmi diberhentikan dari posisi Menteri Keuangan oleh Presiden Prabowo Subianto.
Dikutip dari Suara.com, Selasa, 15 September 2026, pergantian tersebut berlangsung pada Senin, 14 September 2026. Posisi Purbaya kemudian digantikan Suahasil Nazara yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan.
Sebelum mengunggah pernyataan mengenai “mafia”, Yudo juga sempat menyinggung perubahan status ayahnya.
Ia mengatakan kini dirinya tidak lagi berstatus sebagai anak menteri sehingga merasa lebih leluasa menyampaikan pendapat.
“Sekarang Yudo udah bukan anak menteri, jadi bebas asbun (asal bunyi),” tulisnya melalui Instagram Story.
Yudo bahkan mengomentari kehidupan seorang menteri dengan membandingkannya dengan profesi trader.
Menurutnya, menjadi menteri memiliki beban kerja besar dengan imbalan yang relatif kecil.
“Pensiun aja dari politik, enak jadi trader, ngurusin ratusan perbulan. Jadi menteri gaji kecil, kerjanya non-stop, ngurusin negara yang bawahan korup,” tulis Yudo.
Pada hari pencopotan tersebut, Purbaya sebenarnya masih menjalankan agenda sebagai Menteri Keuangan. Ia menghadiri rapat kerja bersama Komite IV DPD RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.
Namun, saat rapat berlangsung, Purbaya menerima sambungan telepon dan kemudian meninggalkan ruangan. Berdasarkan pantauan di lokasi, ia terlihat menerima telepon dari seseorang sebelum keluar dari ruang rapat.[dit]
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.