Fakta Nasional

Analisis Geopolitik: Menakar Resiko di Balik Pemerintahan Prabowo-Gibran

FAKTANASIONAL.NET - Prabowo Subianto adalah representasi politisi petarung yang berhasil menang melalui mekanisme demokrasi setelah berkali-kali gagal. Namun, kemenangan ini tidak lepas dari tantangan besar. Pengamat intelijen Amir Hamzah pada Selas…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Wednesday, 25 March 2026 📖 1 menit
Analisis Geopolitik: Menakar Resiko di Balik Pemerintahan Prabowo-Gibran
Presiden Prabowo Subianto (Dok. Ist)
) -->

FAKTANASIONAL.NET - Prabowo Subianto adalah representasi politisi petarung yang berhasil menang melalui mekanisme demokrasi setelah berkali-kali gagal.

Namun, kemenangan ini tidak lepas dari tantangan besar. Pengamat intelijen Amir Hamzah pada Selasa 24 Maret 2026, mengingatkan adanya skenario risiko sistematis yang bisa mengancam stabilitas nasional jika terjadi upaya delegitimasi terhadap pemerintahan yang sah.

Salah satu risiko utama adalah pecahnya elite politik menjadi faksi-faksi yang saling berseteru. Jika stabilitas tidak dijaga, ruang publik akan dipenuhi oleh kompetisi liar antar-elite yang hanya berfokus pada perebutan jabatan strategis.

Alih-alih menyelesaikan masalah rakyat, dinamika politik justru bisa bergeser menjadi ajang perebutan kekuasaan yang memperburuk tata kelola pemerintahan di masa depan.

Dari perspektif geopolitik, ketidakstabilan domestik adalah celah bagi aktor eksternal untuk masuk. Intervensi asing bisa masuk melalui jalur ekonomi maupun politik untuk memanfaatkan situasi demi kepentingan global mereka.

Oleh karena itu, soliditas internal dan fokus pada agenda kerakyatan menjadi harga mati bagi pemerintahan Prabowo-Gibran agar tidak terjebak dalam pusaran konflik yang merugikan kedaulatan negara.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK