Fakta Nasional

Analisis Said Didu: Gaya 'Fighter' Menkeu Purbaya Diduga Perintah Langsung Prabowo

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Aktivis sosial M. Said Didu memberikan analisis menarik terkait gaya kepemimpinan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa. Dalam sebuah program televisi, Said Didu menyoroti perubahan gaya Purbaya yang kini tampil…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Thursday, 30 October 2025 📖 1 menit
Analisis Said Didu: Gaya 'Fighter' Menkeu Purbaya Diduga Perintah Langsung Prabowo
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (tengah) saat memberikan keterangan kepada awak media di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta. Pemerintah berkomitmen menempatkan perwakilan lintas sektor di PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) guna memastikan tata kelola yang transpara…
) -->

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Aktivis sosial M. Said Didu memberikan analisis menarik terkait gaya kepemimpinan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa. Dalam sebuah program televisi, Said Didu menyoroti perubahan gaya Purbaya yang kini tampil lebih agresif atau 'fighter' dalam mengungkap berbagai masalah nasional.

Menurutnya, perubahan sikap ini bukanlah inisiatif pribadi Purbaya semata. Said Didu, yang mengenal Purbaya sebagai sosok ilmuwan yang tenang, meyakini ada arahan khusus di balik sikap barunya tersebut. Ia berspekulasi bahwa keberanian Menkeu Purbaya kemungkinan besar datang dari perintah langsung Presiden Prabowo Subianto.

Dugaan Arahan Presiden

Said Didu menguatkan analisisnya dengan membandingkan rekam jejak Purbaya. "Gaya Purbaya bukan gaya fighter dari dulu. Dia gaya tenang, ilmuwan, tapi kok jadi fighter. Saya yakin ini perintah Pak Prabowo,” ujarnya. Perubahan drastis ini dianggap sebagai sinyal bahwa Presiden Prabowo menginginkan pendekatan yang lebih tegas dalam menghadapi persoalan negara.

Perubahan gaya komunikasi Purbaya ini menjadi sorotan publik. Jika sebelumnya ia dikenal lebih banyak berbicara melalui data dan analisis teknis, kini ia tak ragu untuk bersikap konfrontatif terhadap isu-isu yang dianggap menghambat kemajuan.

Kebutuhan 'Reset' Indonesia

Lebih lanjut, Said Didu berpendapat bahwa Indonesia saat ini membutuhkan setidaknya 10 sosok seperti Purbaya untuk melakukan 'reset' atau penataan ulang negara. Ia juga membandingkan situasi ini dengan era awal pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), ketika masih ada tokoh-tokoh kritis di dalam kabinet seperti Rizal Ramli, Sudirman Said, dan Anies Baswedan.

Said Didu mempertanyakan apakah sikap Prabowo saat ini mencerminkan apa yang dulu ditunjukkan Jokowi di awal pemerintahannya, yakni memberi ruang bagi para pembantunya untuk bersikap kritis dan tegas.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK