Fakta Nasional

Ancaman Gagal Panen Menghantui! Pemerintah Didesak Antisipasi Kemarau Ekstrem 2026

FAKTANASIONAL.NET - Pemerintah kini berada di bawah tekanan besar untuk segera memitigasi dampak musim kemarau yang diprediksi akan berlangsung lebih lama dan jauh lebih kering tahun ini. Anggota Komisi IV DPR RI, Rina Saadah, pada Selasa, 17 Maret…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Wednesday, 18 March 2026 📖 1 menit
Ancaman Gagal Panen Menghantui! Pemerintah Didesak Antisipasi Kemarau Ekstrem 2026
/(ilustrasi/@pixabay)
) -->

FAKTANASIONAL.NET - Pemerintah kini berada di bawah tekanan besar untuk segera memitigasi dampak musim kemarau yang diprediksi akan berlangsung lebih lama dan jauh lebih kering tahun ini.

Anggota Komisi IV DPR RI, Rina Saadah, pada Selasa, 17 Maret 2026, memperingatkan bahwa cuaca panas ekstrem bukan sekadar fenomena alam biasa, melainkan ancaman nyata bagi produksi beras nasional.

Jika tidak ada langkah terukur, risiko gagal panen masal akan menghantam para petani di berbagai penjuru negeri.

Berdasarkan data terbaru dari BMKG, sekitar 46,5 persen wilayah Indonesia, termasuk Kalimantan Selatan dan mayoritas Pulau Jawa, akan memasuki musim kemarau lebih awal.

Fenomena ini diproyeksikan mencakup 325 zona musim yang rentan mengalami kekeringan ekstrem. Kondisi ini menjadi alarm keras bagi sektor pertanian yang sangat bergantung pada ketersediaan air. Rina menekankan bahwa mitigasi tidak boleh terlambat agar stok pangan tetap aman.

Guna menangkal dampak terburuk, Rina mendesak Kementerian Pertanian untuk memastikan sistem irigasi berfungsi optimal. Selain itu, percepatan penyediaan pompa air, pemanfaatan embung, serta penyesuaian pola tanam harus segera diinstruksikan kepada pemerintah daerah.

Pemetaan wilayah rawan kekeringan menjadi kunci agar bantuan intervensi tepat sasaran. Pencegahan sejak dini adalah harga mati demi menjaga ketahanan pangan nasional di tengah cuaca yang semakin tidak menentu.[di


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK