Fakta Nasional

Ancaman Rupiah Rp20.000: Dampak Konflik Timur Tengah dan Rapuhnya Ekonomi Internal

FAKTANASIONAL.NET - Nilai tukar rupiah kini berada di bawah bayang-bayang krisis besar seiring memanasnya geopolitik di Timur Tengah. Analisis terbaru dari Managing Director PEPS, Anthony Budiawan, pada Selasa, 24 Maret 2026, memperingatkan potensi…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Wednesday, 25 March 2026 📖 1 menit
Ancaman Rupiah Rp20.000: Dampak Konflik Timur Tengah dan Rapuhnya Ekonomi Internal
Nilai tukar rupiah pada perdagangan Rabu (15/7/2026) pagi bergerak menguat ke level Rp18.070 per dolar AS menyusul meningkatnya ekspektasi pasar terhadap penurunan suku bunga bank sentral AS./Foto : Istimewa
) -->

FAKTANASIONAL.NET - Nilai tukar rupiah kini berada di bawah bayang-bayang krisis besar seiring memanasnya geopolitik di Timur Tengah.

Analisis terbaru dari Managing Director PEPS, Anthony Budiawan, pada Selasa, 24 Maret 2026, memperingatkan potensi depresiasi tajam hingga menembus angka Rp20.000 per Dolar AS.

Narasi "ekonomi kuat" yang sering digaungkan pemerintah dianggap tidak lagi mampu menutupi kerentanan fundamental ekonomi Indonesia saat ini.

Anthony menyoroti bahwa cadangan devisa sebesar 150 miliar Dolar AS yang dibanggakan sebenarnya adalah "gelembung" hasil akumulasi utang luar negeri.

Alih-alih digunakan untuk sektor produktif, dana tersebut justru habis untuk intervensi pasar demi menjaga stabilitas kurs secara semu.

Kondisi ini membuat pertahanan moneter Indonesia menjadi rapuh ketika terjadi guncangan eksternal, seperti konflik Iran yang memicu kenaikan harga minyak dunia.

Secara historis, pelemahan rupiah hingga 20 persen bukanlah hal yang mustahil. Dengan posisi kurs saat ini yang mendekati Rp17.000, lonjakan ke Rp20.400 dipandang sebagai ancaman nyata dalam tiga hingga enam bulan ke depan.

Jika situasi global kian ekstrem, sejarah kelam krisis 1997 yang memaksa Indonesia meminta bantuan IMF bisa saja terulang kembali apabila pemerintah tidak segera memperkuat fundamental ekonomi secara riil.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK