Fakta Nasional

Anggaran MBG 2027 Berpeluang Dipangkas, Ini Penjelasan Purbaya

FAKTANASIONAL.NET - Anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada 2027 berpeluang dibuat lebih hemat. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut peluang tersebut berkaitan dengan efisiensi yang tengah dilakukan Badan Gizi Nasional (BGN) dalam…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Saturday, 29 August 2026 📖 1 menit
Anggaran MBG 2027 Berpeluang Dipangkas, Ini Penjelasan Purbaya
Menkeu memanggil manajemen Pertamina untuk memantau penerapan teknologi pembatasan BBM dan LPG subsidi sekaligus menjamin harga Pertalite tidak akan naik meski harga minyak dunia menembus US$100 per barel./Scrsht Instagram.

FAKTANASIONAL.NET - Anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada 2027 berpeluang dibuat lebih hemat.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut peluang tersebut berkaitan dengan efisiensi yang tengah dilakukan Badan Gizi Nasional (BGN) dalam pelaksanaan program sepanjang 2026.

Hal itu disampaikan Purbaya setelah membahas perkembangan MBG dan langkah efisiensi bersama Kepala BGN Sudaryono di Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Jumat (28/8).

Dikutip dari detik.com, Purbaya mengatakan efisiensi yang berjalan tahun ini dapat memengaruhi kebutuhan anggaran tahun berikutnya.

“Pada dasarnya akan ada efisiensi-efisiensi yang dilakukan yang membuat nanti anggarannya enggak sebesar yang dia anggarkan dan dipakai nanti,” kata Purbaya.

Ia menambahkan, “Otomatis kalau (efisiensi MBG di 2026) itu bagus ya ke 2027 juga akan kebawa efisiensinya.”

Purbaya juga menyoroti penataan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG. Menurut dia, penambahan dapur tidak berarti seluruh rencana harus direalisasikan karena sebagian dapur yang tidak memenuhi desain dapat ditutup.

Selain penataan dapur, pemerintah juga mempertimbangkan perubahan skema insentif Rp6 juta per hari untuk setiap SPPG agar penyalurannya lebih tepat sasaran. Detail perubahan tersebut diserahkan kepada BGN.

Purbaya menyebut sekitar 13 ribu dapur masih berada dalam antrean. BGN juga menyiapkan sekitar 2.700 dapur yang akan dibuka bertahap, termasuk di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Untuk wilayah 3T, pembukaan dapur disebut dapat dilakukan melalui realokasi anggaran antarpos tanpa menambah pagu MBG 2026.

Sebelumnya, anggaran MBG 2026 sebesar Rp268 triliun telah diefisienkan menjadi Rp229 triliun. Sekitar Rp117 triliun atau 56 persen telah tersalurkan.

Sementara itu, RAPBN 2027 mengalokasikan sekitar Rp240,2 triliun untuk MBG dengan target penerima 72,1 juta orang.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK