Fakta Nasional

Anggaran Menipis, DPR Khawatir Kalteng Kewalahan Hadapi Karhutla yang Capai 7.634 Hektare

FAKTANASIONAL.NET - Anggota Komisi IV DPR RI dari daerah pemilihan Kalimantan Tengah (Kalteng), Bambang Purwanto, menyoroti keterbatasan anggaran daerah dalam menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi tersebut dinilai dapat memengaruh…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Tuesday, 01 September 2026 📖 2 menit
Anggaran Menipis, DPR Khawatir Kalteng Kewalahan Hadapi Karhutla yang Capai 7.634 Hektare
Anggaran Menipis, DPR Khawatir Kalteng Kewalahan Hadapi Karhutla yang Capai 7.634 Hektare/(ANTARA)
) -->

FAKTANASIONAL.NET - Anggota Komisi IV DPR RI dari daerah pemilihan Kalimantan Tengah (Kalteng), Bambang Purwanto, menyoroti keterbatasan anggaran daerah dalam menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kondisi tersebut dinilai dapat memengaruhi kemampuan pemerintah daerah dalam melakukan pencegahan maupun penanganan kebakaran.

Bambang meminta pemerintah pusat segera memperkuat dukungan, bukan hanya melalui peralatan, tetapi juga anggaran operasional.

Menurut dia, keterbatasan fiskal membuat pengerahan personel dan tim terpadu di lapangan tidak dapat berjalan maksimal.

"Daerah memang tidak seagresif dulu dalam menangani karhutla karena terbatasnya anggaran. Jangankan mengurus karhutla, membayar PPPK saja kesulitan," ujar Bambang, Senin (31/8), dikutip dari CNN Indonesia.

Hingga akhir Agustus 2026, luas lahan terbakar di Kalteng disebut mencapai 7.634,46 hektare. Bambang menilai kondisi tersebut membutuhkan keterlibatan pemerintah pusat secara lebih serius.

"Kalteng sendiri telah menetapkan status darurat karhutla melalui keputusan Gubernur sejak 25 Mei 2026. Kondisi tersebut semestinya menjadi sinyal bagi pemerintah pusat untuk mempercepat dukungan kepada daerah," katanya.

Pemprov Kalteng menyatakan penanganan karhutla terus dilakukan, termasuk di Tumbang Nusa, Kabupaten Pulang Pisau, yang kembali membesar pada Minggu (30/8) malam.

Kepala Pelaksana BPBPK Kalteng Ahmad Toyib mengatakan api tersebut merupakan lanjutan dari titik kebakaran sebelumnya.

"Tumbang Nusa memang menjadi salah satu perhatian kita. Kejadian tadi malam merupakan lanjutan dari posisi api sebelumnya yang memang sudah menyala," katanya, dikutip dari Antara.

Menurut Toyib, pemadaman malam hari terkendala risiko medan dan keterbatasan pengerahan pasukan darat. Jarak pandang di Palangka Raya dan sekitarnya yang menurun juga menghambat operasi udara.

"Visibility di Palangka Raya dan sekitarnya menurun jauh dari standar biasa. Optimalisasi WB melalui satgas udara tidak bisa dilakukan secara maksimal. Pergerakan kepala api menjadi cukup cepat karena didukung angin kencang di lokasi," paparnya.

Data Pos Komando Penanganan Darurat Bencana Karhutla Kalteng per 30 Agustus 2026 mencatat 2.222 kejadian dengan luas terbakar 6.358,71 hektare. Di Pulang Pisau terdapat 54 kejadian dengan luas 378,88 hektare.

Sementara itu, KLH memastikan operasi darat dan udara di Kalimantan serta Sumatra terus diperkuat.

Deputi Bidang Penegakan Hukum Lingkungan Hidup KLH/BPLH Rizal Irawan mengatakan puluhan helikopter dan pesawat dikerahkan untuk water bombing serta modifikasi cuaca, sementara ribuan personel gabungan bersiaga selama 24 jam.

"Sampai saat ini, beberapa saudara kita di wilayah Kalimantan dan Sumatera dalam kondisi menghadapi kebakaran hutan dan lahan, serta penurunan kualitas udara. Operasi udara melibatkan puluhan helikopter dan pesawat yang dikerahkan untuk water bombing dan modifikasi cuaca, sedangkan operasi darat didukung ribuan personel gabungan yang siaga 24 jam di titik-titik rawan," ujar Rizal Irawan, Senin, dikutip dari Antara.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK