Fakta Nasional

Anggaran Pendidikan 2026: Makan Bergizi Gratis Tidak Memotong Jatah Guru

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Kekhawatiran publik mengenai potensi pemotongan anggaran pendidikan demi mendanai program Makan Bergizi Gratis (MBG) akhirnya terjawab. Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani, menegaskan bahwa postur anggaran k…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Saturday, 21 February 2026 📖 1 menit
Anggaran Pendidikan 2026: Makan Bergizi Gratis Tidak Memotong Jatah Guru
Foto Ilustrasi Program Makan Bergizi Gratis/Tempo.

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Kekhawatiran publik mengenai potensi pemotongan anggaran pendidikan demi mendanai program Makan Bergizi Gratis (MBG) akhirnya terjawab.

Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani, menegaskan bahwa postur anggaran kementerian pendidikan tetap aman.

Justru, di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo, sektor pendidikan mendapatkan Anggaran Belanja Tambahan (ABT) untuk memperkuat infrastruktur dan mutu sekolah, dilansir pada 21 Februari 2026.

Meskipun secara administratif MBG masuk dalam postur anggaran pendidikan, penggunaannya bersifat komplementer. Program ini dirancang untuk mendukung

"Indonesia Hebat" melalui pemenuhan gizi siswa, yang secara langsung berdampak pada kesiapan belajar. Komisi X memastikan bahwa dana MBG tidak mengambil porsi gaji guru atau biaya operasional sekolah, melainkan menjadi investasi SDM yang terintegrasi.

Lalu Hadrian menekankan bahwa prioritas utama pemerintah saat ini tetaplah meningkatkan taraf hidup guru.

Dengan adanya penambahan anggaran hingga Rp181 triliun untuk Kemendikdasmen, pemerintah memiliki ruang fiskal yang cukup untuk memperbaiki fasilitas sekolah yang rusak dan meningkatkan tunjangan pendidik.

Jadi, program makan gratis dan kesejahteraan guru dipastikan berjalan beriringan tanpa saling mengorbankan.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK