Anggota DPR Minta Pertamina Audit Kualitas BBM di Seluruh SPBU
JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Anggota Komisi VI DPR RI Amin Ak, mendorong PT Pertamina (Persero) untuk segera melakukan audit menyeluruh terhadap kualitas bahan bakar minyak (BBM) yang dijual di seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di In…
Dengarkan Ringkasan
JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Anggota Komisi VI DPR RI Amin Ak, mendorong PT Pertamina (Persero) untuk segera melakukan audit menyeluruh terhadap kualitas bahan bakar minyak (BBM) yang dijual di seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Indonesia.
Langkah ini dinilai penting untuk memastikan kualitas BBM yang diterima konsumen sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.
Menurut Amin, kualitas BBM yang baik tidak hanya berdampak pada efisiensi kendaraan, tetapi juga mendukung pengurangan polusi lingkungan dan penghematan ekonomi masyarakat.
“Pertamina harus memastikan bahwa seluruh SPBU, baik yang dikelola langsung maupun yang bermitra, mematuhi standar kualitas BBM yang berlaku,” ujar Amin dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu (27/11/24).
Amin menegaskan bahwa audit ini adalah bentuk perlindungan terhadap hak konsumen dan langkah strategis untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap Pertamina.
“Kepercayaan masyarakat terhadap Pertamina sangat tinggi. Namun, kepercayaan itu harus terus dijaga dengan memastikan produk BBM yang dijual benar-benar berkualitas,” kata Amin.
Audit ini juga diharapkan mampu mendeteksi potensi penyimpangan, seperti campuran bahan yang tidak sesuai standar atau praktik curang lainnya.
Amin menyoroti beberapa laporan kerusakan mesin kendaraan akibat konsumsi BBM jenis Pertamax, yang dapat merusak kepercayaan konsumen. Ia mengingatkan pentingnya menjaga kualitas Pertamax, terutama dalam kampanye pemerintah untuk mengurangi ketergantungan pada BBM bersubsidi.
“Jangan sampai animo masyarakat untuk beralih dari BBM bersubsidi ke Pertamax dirusak oleh oknum yang mencari keuntungan sesaat dengan memanipulasi kualitas BBM,” tegasnya.
Amin juga mendorong Pertamina untuk bekerja sama dengan regulator, seperti BPH Migas, guna memastikan standar operasional terpenuhi di lapangan. Selain itu, kemitraan dengan SPBU swasta harus diawasi ketat agar tidak menjadi celah penurunan kualitas layanan.
“Kami di Komisi VI akan terus memantau proses ini. BBM yang digunakan masyarakat harus sesuai dengan klaim produk, baik dari sisi oktan, efisiensi, maupun dampak lingkungan,” ujarnya.
Amin berharap audit ini menjadi rutinitas yang diterapkan oleh seluruh pelaku industri energi di Indonesia, tidak hanya oleh Pertamina.
“BBM adalah kebutuhan strategis masyarakat. Standar tinggi harus diterapkan agar pelayanan terbaik dapat diberikan dan sektor energi nasional tetap berkelanjutan,” tutup Amin. [dnl]
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.