Fakta Nasional

Anggota DPR RI Fraksi PKS Idrus Salim Al-Jufri: Libur Sekolah Sebulan Penuh di Bulan Ramadan Perlu Dikaji Ulang

JAKARTA , FAKTANASIONAL . NET - Anggota DPR RI Fraksi PKS, Idrus Salim Al-Jufri, menyoroti rencana pemerintah untuk meliburkan sekolah selama bulan Ramadan. Menurutnya, kebijakan tersebut berpotensi membawa dampak negatif terhadap kualitas pendidika…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Editor Editor: Redaksi 📍 Nasional Friday, 03 January 2025 📖 2 menit
Anggota DPR RI Fraksi PKS Idrus Salim Al-Jufri: Libur Sekolah Sebulan Penuh di Bulan Ramadan Perlu Dikaji Ulang
Anggota DPR RI Fraksi PKS, Idrus Salim Al-Jufri

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Anggota DPR RI Fraksi PKS, Idrus Salim Al-Jufri, menyoroti rencana pemerintah untuk meliburkan sekolah selama bulan Ramadan. Menurutnya, kebijakan tersebut berpotensi membawa dampak negatif terhadap kualitas pendidikan di Indonesia.

"Sebagai seorang yang mendalami isu pendidikan dan kebijakan, saya berpandangan bahwa kebijakan ini perlu dikritisi secara mendalam. Ramadan bukanlah alasan untuk menghentikan proses belajar-mengajar. Sebaliknya, bulan suci ini adalah waktu yang tepat untuk mengintegrasikan nilai-nilai agama ke dalam pendidikan formal," ujar Idrus Salim Al-Jufri, yang akrab disapa Habib Idrus.

Habib Idrus menjelaskan bahwa libur sekolah selama satu bulan penuh dapat berdampak pada beberapa aspek penting dalam dunia pendidikan. Pertama, rutinitas belajar yang terhenti terlalu lama dapat merugikan siswa. "Pendidikan membutuhkan konsistensi, dan gangguan seperti libur panjang justru berpotensi menurunkan daya serap siswa terhadap materi pelajaran, terutama bagi anak-anak usia dini yang memerlukan pembelajaran berkelanjutan," jelasnya.

Kedua, lanjut Habib Idrus, kebijakan ini berisiko memperdalam ketimpangan akses pendidikan di masyarakat. "Tidak semua keluarga memiliki waktu atau sumber daya untuk menggantikan peran sekolah dalam mendidik anak-anak di rumah. Bagi keluarga pekerja atau mereka yang tidak memiliki akses pendidikan tambahan, libur panjang justru dapat meningkatkan kesenjangan pendidikan," tegasnya.

Ketiga, Habib Idrus menekankan bahwa bulan Ramadan memiliki potensi besar untuk menjadi momen pendidikan karakter bagi siswa. "Momen ini bisa menjadi kesempatan emas untuk memperkuat karakter siswa melalui kegiatan yang terarah di sekolah, seperti lomba keagamaan, diskusi nilai-nilai Ramadan, atau kajian keislaman," tambahnya.

Sebagai solusi, Habib Idrus mengusulkan penyesuaian jadwal dan pendekatan pembelajaran selama bulan Ramadan. "Mengurangi jam belajar, memberikan waktu untuk ibadah bersama, atau mengintegrasikan nilai-nilai Ramadan ke dalam pembelajaran adalah langkah yang lebih efektif daripada meliburkan sekolah sepenuhnya," ujarnya.

Di akhir pernyataannya, Habib Idrus menegaskan pentingnya keseimbangan antara pendidikan dan ibadah di bulan Ramadan. "Masa depan bangsa terletak pada generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga kuat dalam nilai-nilai moral dan spiritual. Kebijakan pendidikan selama Ramadan harus mencerminkan hal ini, bukan dengan libur panjang, tetapi dengan mendidik siswa untuk seimbang antara belajar dan beribadah," pungkasnya. [dnl]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK