Fakta Nasional

Anis Byarwati: Deflasi Berulang Ancam Daya Beli Masyarakat

JAKARTA - FAKTANASIONAL.NET - Anggota DPR RI Anis Byarwati, menyoroti fenomena deflasi berulang yang terjadi di Indonesia selama lima bulan terakhir. Menurutnya, kondisi ini mengindikasikan adanya tekanan yang signifikan pada perekonomian nasional,…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Editor Editor: Redaksi 📍 Nasional Friday, 11 October 2024 📖 1 menit
Anis Byarwati: Deflasi Berulang Ancam Daya Beli Masyarakat
Anggota DPR RI Anis Byarwati. Foto: f-pks dpr

JAKARTA - FAKTANASIONAL.NET- Anggota DPR RI Anis Byarwati, menyoroti fenomena deflasi berulang yang terjadi di Indonesia selama lima bulan terakhir. Menurutnya, kondisi ini mengindikasikan adanya tekanan yang signifikan pada perekonomian nasional, terutama pada daya beli masyarakat.

"Deflasi yang terjadi secara berturut-turut ini bukanlah sinyal positif. Ini menunjukkan adanya penurunan daya beli yang cukup serius di masyarakat," ujar Anis dalam keterangan persnya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (11/10/2024).

Anis menjelaskan bahwa deflasi yang terjadi tidak hanya disebabkan oleh satu faktor, melainkan oleh kombinasi beberapa faktor, seperti penurunan permintaan konsumen akibat perlambatan ekonomi global dan penurunan daya beli masyarakat akibat PHK di sektor industri manufaktur.

"Penurunan daya beli ini terlihat jelas dari pertumbuhan kredit yang melambat, terutama pada sektor UMKM. Selain itu, indeks PMI yang terus menurun juga menunjukkan bahwa aktivitas produksi di sektor manufaktur mengalami kontraksi," ungkapnya.

Anis menyoroti bahwa fenomena deflasi ini perlu ditangani secara serius oleh pemerintah dan Bank Indonesia. Untukitu dirinya mengusulkan agar pemerintah mempertimbangkan untuk menunda kenaikan PPN yang semula direncanakan pada tahun 2025. Menurutnya, kenaikan PPN dapat semakin menekan daya beli masyarakat. Bank Indonesia perlu kembali menurunkan suku bunga acuan untuk mendorong pertumbuhan kredit dan investasi.
Pemerintah perlu mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan daya beli masyarakat, misalnya melalui program bantuan sosial atau subsidi. Memberikan dukungan lebih besar kepada UMKM untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing.

"Pemerintah dan Bank Indonesia harus segera mengambil tindakan untuk mengatasi masalah deflasi ini. Jika tidak, kondisi perekonomian Indonesia bisa semakin memburuk," tegas Anis. [dnl]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK