Fakta Nasional

Antara Prabowo dan Jokowi Tak Ada Istilah Utang Budi

SAMPAI di sini semakin mudah disimpulkan bahwa Prabowo menerima tawaran menjadi Menteri Pertahanan dari Jokowi 2019-2024 lalu, adalah sebuah strategi untuk menjadi Presiden 2024. Bukan takluk atau istilah Anies Baswedan saat Pilpres lalu, tidak kuat…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: M. Sahlan Editor: Redaksi 📍 Nasional Tuesday, 28 July 2026 📖 1 menit
Antara Prabowo dan Jokowi Tak Ada Istilah Utang Budi
) -->

SAMPAI di sini semakin mudah disimpulkan bahwa Prabowo menerima tawaran menjadi Menteri Pertahanan dari Jokowi 2019-2024 lalu, adalah sebuah strategi untuk menjadi Presiden 2024. Bukan takluk atau istilah Anies Baswedan saat Pilpres lalu, tidak kuat atau tidak tahan jadi oposisi.

Sebaliknya, Jokowi menarik Prabowo juga sebuah strategi, tidak saja mengurangi lawan politiknya, mengurangi dominasi Megawati, tapi juga akhirnya bisa mendudukkan anaknya, Gibran, di kursi Wapres, setelah gagal memperpanjang atau menambah masa jabatan Presiden jadi 3 periode.

Jadi, strategi yang sama-sama untung. Karena itu, tak ada istilah utang budi, baik Prabowo terhadap Jokowi, maupun Jokowi terhadap Prabowo. Jokowi yang ingin Gibran tetap mendampingi Prabowo, atau kalau tidak, maka Gibran maju sendiri, adalah strategi berikutnya, yang tak ada ikatan apa-apa.

Sayangnya, SBY sempat kena getah dari strategi Jokowi. Bahkan, mungkin tak hanya getah, tapi bom waktu yang nyaris meluluhlantakkan Demokrat itu sendiri. Istilahnya waktu itu, pembegalan partai. Posisi menteri yang diberikan Jokowi kepada AHY di ujung, tak bisa menghilangkan serpihan bom itu.

Makanya, teriakan Hidup Jokowi dari Prabowo; dianggap berada di bawah bayang-bayang Jokowi, itu tidaklah benar. Itu juga bagian dari strategi Prabowo yang tak banyak diketahui orang. Prabowo tak main pencitraan, tapi langkahnya tak mudah juga dipahami. Visinya jelas seperti dalam bukunya.

SBY memang 10 tahun jadi Presiden dan Jokowi pun demikian. Prabowo belum tahu sampai 10 tahun. Tapi, dua orang yang berada di sisinya itu, Jokowi dan SBY, tahu betul apa yang bisa dilakukan seorang Presiden, seperti yang dulu pernah mereka lakukan. Makanya, mereka juga harus berhati-hati terhadap strateginya masing-masing. (ERIZAL)


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK