Antisipasi Kemacetan dan Cuaca Ekstrem, DPR Minta Pemerintah Lakukan Beberapa Langkah Ini
JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024, Antisipasi Kemacetan dan Cuaca Ekstrem, Pemerintah Diminta Lakukan Beberapa Langkah Ini Anggota Komisi V DPR RI, Irmawan, menyerukan langkah antisipasi dari pemerintah…
Dengarkan Ringkasan
JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024, Antisipasi Kemacetan dan Cuaca Ekstrem, Pemerintah Diminta Lakukan Beberapa Langkah Ini
Anggota Komisi V DPR RI, Irmawan, menyerukan langkah antisipasi dari pemerintah untuk mengatasi potensi kemacetan serta dampak cuaca ekstrem.
Strategi yang matang diperlukan guna memastikan keselamatan dan kenyamanan para pemudik dan wisatawan.
“Kementerian Perhubungan dan para pemangku kepentingan harus mempersiapkan penanganan terhadap simpul-simpul kemacetan selama libur Nataru. Puncak arus mudik, arus balik, dan pergerakan wisatawan harus dihitung secara cermat agar tidak terjadi penumpukan kendaraan dan penumpang,” ujar Irmawan, Selasa (10/12/2024).
Irmawan menyoroti pentingnya penambahan jadwal transportasi, khususnya untuk rute-rute padat. Ia meminta maskapai penerbangan menambah jadwal penerbangan ke daerah seperti Jakarta, Surabaya, Medan, dan Bali.
“Kami juga mendesak pemerintah menambah kapal penyeberangan di wilayah yang kerap mengalami kepadatan selama libur Nataru, seperti jalur Merak-Bakauheni dan Ketapang-Gilimanuk,” tambahnya.
Untuk kenyamanan pemudik dan wisatawan, Irmawan mengusulkan pendirian Posko Kesehatan di sepanjang jalur mudik dan lokasi wisata. Posko tersebut akan memberikan akses layanan kesehatan dan informasi terkait kondisi lalu lintas serta cuaca.
“Informasi mengenai cuaca buruk dan titik-titik kemacetan harus diberikan secara real-time agar masyarakat dapat mengambil langkah antisipatif,” tegas legislator asal Aceh itu.
Irmawan juga mengingatkan agar pemerintah waspada terhadap potensi cuaca ekstrem selama libur Nataru. Ia menekankan pentingnya analisis dampak cuaca buruk terhadap perjalanan dan kegiatan masyarakat selama perayaan Tahun Baru.
“Analisis terhadap cuaca ekstrem harus dilakukan dengan cermat agar tidak mengganggu rencana perjalanan dan perayaan. Keselamatan pemudik dan pelancong harus menjadi prioritas,” katanya.
Kementerian Perhubungan memproyeksikan pergerakan penumpang terbesar terjadi di Pulau Jawa dengan estimasi mencapai 62,4 juta orang. Jalur utama yang diprediksi menjadi pusat mobilitas adalah Tol Trans Jawa (24,89% atau 6,7 juta kendaraan), Tol Trans Sumatera (19,84% atau 5,31 juta kendaraan), dan Tol Cipularang (8,28% atau 2,22 juta kendaraan).
Irmawan berharap pemerintah mampu memastikan kelancaran dan keamanan di jalur-jalur utama tersebut melalui koordinasi intensif dan pengawasan ketat selama musim liburan.
“Kami di DPR akan terus memantau persiapan dan pelaksanaan libur Nataru ini agar masyarakat dapat menikmati perjalanan dengan aman dan nyaman,” pungkasnya.[dnl]
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.