Fakta Nasional

APBN 2025 Defisit Rp371,5 Triliun: Belanja Turun, Pendapatan Merosot

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET — Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) kembali mencatatkan defisit sebesar Rp371,5 triliun atau 1,56 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) hingga akhir September 2025. Defisit tersebut meningkat Rp49,9 trili…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Editor Editor: Redaksi 📍 Nasional Tuesday, 14 October 2025 📖 1 menit
APBN 2025 Defisit Rp371,5 Triliun: Belanja Turun, Pendapatan Merosot
Kementerian Keuangan menyatakan akan melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap kebijakan penarikan PPh final 5 persen untuk pencairan dana Jaminan Hari Tua (JHT) di atas Rp50 juta menyusul adanya desakan dari serikat buruh./net.
) -->

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET — Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) kembali mencatatkan defisit sebesar Rp371,5 triliun atau 1,56 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) hingga akhir September 2025.

Defisit tersebut meningkat Rp49,9 triliun dibandingkan posisi pada akhir Agustus 2025 yang sebesar Rp321,6 triliun.

“Hingga September 2025, defisit anggaran tercatat sebesar Rp371,5 triliun atau setara 1,56 persen terhadap PDB,” kata Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam konferensi pers APBN KiTa, Selasa (14/10/2025).

Menurut Purbaya, pendapatan negara tercatat sebesar Rp1.863,3 triliun atau 65 persen dari target penerimaan, menurun dibandingkan realisasi pada periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp2.008,6 triliun.

Penurunan ini terutama disebabkan turunnya harga komoditas global, yang berdampak pada penerimaan pajak di sektor migas dan pertambangan.

Sementara itu, belanja negara telah terealisasi sebesar Rp2.234,8 triliun atau 63,4 persen dari total pagu APBN 2025. Angka tersebut sedikit lebih rendah dibandingkan realisasi belanja September 2024 yang mencapai Rp2.251,8 triliun.

Purbaya juga menyebut keseimbangan primer APBN hingga September masih menunjukkan surplus Rp18 triliun, melampaui proyeksi pemerintah.

“Keseimbangan primer menunjukkan konsolidasi fiskal yang terus berlanjut. Ini bukti bahwa APBN tetap adaptif dan kredibel dalam menjaga pemulihan ekonomi sekaligus keberlanjutan fiskal jangka menengah,” ujarnya.[zul]

 


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK