Fakta Nasional

APPMBGI Serahkan 5 Pilar Strategis MBG ke Menko Pangan, Zulhas: Butuh Partisipasi Aktif Masyarakat

JAKARTA – Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Pengusaha dan Pengelola Dapur Makan Bergizi Gratis Indonesia (DPP APPMBGI) resmi menyerahkan serangkaian rekomendasi strategis kepada Pemerintah guna memperkuat tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG).…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Jessy Serianda Editor: Redaksi 📍 Nasional Wednesday, 29 April 2026 📖 2 menit
APPMBGI Serahkan 5 Pilar Strategis MBG ke Menko Pangan, Zulhas: Butuh Partisipasi Aktif Masyarakat
Zulkifli Hasan/Dok. Antara
) -->

JAKARTA – Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Pengusaha dan Pengelola Dapur Makan Bergizi Gratis Indonesia (DPP APPMBGI) resmi menyerahkan serangkaian rekomendasi strategis kepada Pemerintah guna memperkuat tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Langkah ini diambil untuk memastikan program unggulan nasional tersebut berjalan secara akuntabel dari hulu hingga ke hilir.

Ketua Umum DPP APPMBGI, Abdul Rivai Ras, menyampaikan langsung rekomendasi tersebut dalam audiensi bersama Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta Pusat, Selasa (28/4/2026).

Rekomendasi Berbasis Pengalaman Lapangan

Rivai menjelaskan bahwa poin-poin yang disampaikan merupakan hasil dari gelaran APPMBGI Summit 2026 yang dilaksanakan pada akhir pekan lalu. Rekomendasi tersebut dirumuskan berdasarkan realita teknis yang dihadapi para pengelola dapur di berbagai wilayah.

"Rekomendasi ini lahir dari lapangan, dari pengalaman langsung para pengelola, dan kami percaya dapat menjadi masukan konstruktif bagi penyempurnaan kebijakan nasional," kata Rivai melalui keterangan tertulis, Rabu (29/4/2026).

Lima Pilar Utama Penguatan MBG

Dalam audiensi tersebut, Rivai merinci lima pilar utama yang menjadi pondasi rekomendasi APPMBGI.

Kelima pilar tersebut meliputi penguatan sistem akuntabilitas, pengamanan rantai pasok berbasis produksi lokal, hingga peningkatan standar keamanan pangan.

Pihaknya juga menyoroti pentingnya aspek sumber daya manusia dan integrasi teknologi dalam operasional harian.

"Kemudian sertifikasi profesional bagi tenaga pengawas gizi sebagai upaya menjamin kualitas dan integritas program; serta penguatan ekosistem pendukung secara berkelanjutan, mulai dari aspek kelembagaan, pembiayaan, hingga teknologi informasi pengelolaan program," urai Rivai.

Respons Menko Pangan

Menko Pangan Zulkifli Hasan, yang didampingi oleh Deputi Bidang Koordinasi Keterjangkauan dan Keamanan Pangan, Nani Hendiarti, menyambut positif masukan dari para pelaku usaha tersebut.

Ia menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta sangat krusial agar program ini tepat sasaran.

"Program Makan Bergizi Gratis adalah program untuk rakyat, dan keberhasilannya membutuhkan partisipasi aktif dari seluruh komponen masyarakat, termasuk para pelaku usaha dan pengelola dapur yang bekerja langsung di lapangan," tegas Zulhas.

Melalui sinergi ini, pemerintah berharap ekosistem pangan Indonesia semakin andal dan transparan, sehingga setiap asupan gizi yang diberikan kepada masyarakat memiliki standar kualitas dan keamanan pangan yang terjamin di seluruh lini.


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK