Arief Budiman Soroti Pernyataan Sudaryono soal Akun Bot di Tengah Kritik Program MBG
FAKTANASIONAL.NET - Pengamat sekaligus aktivis media sosial M. Arief Budiman menyoroti polemik akun bot yang muncul di tengah kritik terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia meminta pemerintah, termasuk Kepala Badan Gizi Nasional…
Dengarkan Ringkasan
FAKTANASIONAL.NET - Pengamat sekaligus aktivis media sosial M. Arief Budiman menyoroti polemik akun bot yang muncul di tengah kritik terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Ia meminta pemerintah, termasuk Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono, tidak menjadikan isu akun palsu sebagai alasan untuk mengabaikan kritik masyarakat.
Dalam unggahan di media sosial pribadinya, Arief menyebut pemerintah sebenarnya memiliki kemampuan untuk mendeteksi akun bot maupun akun tanpa identitas yang beraktivitas di ruang digital.
“Ngecek BOT itu mudah Pak SUDARYONO. Sebagian besar BOT, akun bodong, buzzer saya temukan juga di akun Badan Komunikasi Pemerintah RI—saya belum cek akun-akun pemerintah lainnya,” ujar Arief dikutip dari FAJAR.CO.ID, Jumat, 25 September 2026.
Arief mengatakan keberadaan akun bot bukan hanya ditemukan pada akun pejabat publik. Menurut dia, akun-akun tersebut juga terlihat pada kanal resmi pemerintah.
Karena itu, ia menilai pemerintah memiliki sumber daya yang memadai untuk mengidentifikasi serta menindak jaringan bot atau buzzer yang terorganisir apabila memang terdapat pelanggaran.
Namun, Arief mengingatkan agar persoalan akun palsu tidak mengaburkan substansi kritik terhadap pelaksanaan MBG.
Ia menilai kekhawatiran masyarakat mengenai program tersebut merupakan persoalan nyata yang perlu didengar.
“Suara jernih kritikan itu NYATA. Anak-anak keracunan MBG itu NYATA. Korupsi di BGN itu NYATA. Itu semua NYATA, bukan BOT. Dengarkan kritikan rakyat dengan logika, akal sehat, hati nurani,” tegas Arief.
Pernyataan Arief muncul ketika pelaksanaan MBG masih menjadi perhatian publik.
Lembaga pengawas independen MBG Watch dan sejumlah koalisi sipil juga menyoroti kasus keracunan makanan yang menimpa murid sekolah, dugaan kontaminasi bakteri akibat lemahnya pengawasan higiene dapur pemasok, serta penanganan hukum terkait dugaan penyelewengan anggaran pengelolaan gizi.
Mantan Menko Polhukam Mahfud MD juga disebut sempat menyoroti meluasnya kasus keracunan MBG di berbagai wilayah dan perlunya pembenahan kebijakan secara mendasar.
Dengan demikian, perdebatan mengenai akun bot berlangsung bersamaan dengan kritik terhadap persoalan pelaksanaan program MBG di lapangan.[dit]
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.