Asuransi Kapal Melonjak di Tengah Ketegangan Timur Tengah
JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Lonjakan tarif asuransi kapal menjadi sorotan utama industri logistik internasional. Data Marsh McLennan mencatat bahwa premi asuransi untuk kapal yang berlayar ke Teluk Persia naik menjadi 0,2% dari nilai kapal, sementa…
Dengarkan Ringkasan
JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Lonjakan tarif asuransi kapal menjadi sorotan utama industri logistik internasional.
Data Marsh McLennan mencatat bahwa premi asuransi untuk kapal yang berlayar ke Teluk Persia naik menjadi 0,2% dari nilai kapal, sementara sebelumnya hanya 0,125%. Kondisi serupa terjadi di Laut Merah dan perairan strategis lainnya.
Ketegangan yang meningkat antara Israel dan Iran memaksa perusahaan asuransi menyesuaikan tarif perang maritim secara signifikan.
Premi risiko perang untuk wilayah Teluk kini hampir dua kali lipat, sedangkan cakupan asuransi pelabuhan di Israel melonjak tiga kali lipat menjadi 0,7%. Masa berlaku kutipan harga pun diperpendek menjadi 24 jam, mencerminkan volatilitas tinggi.
Kenaikan biaya asuransi berpotensi mendorong ongkos logistik dan harga barang impor. Jakob Larsen dari Bimco melaporkan penurunan jumlah kapal yang melintasi Selat Hormuz, jalur vital pengiriman minyak dunia.
Gangguan ini dapat memicu kenaikan harga energi global dan mempengaruhi kelancaran pasokan di berbagai sektor.
Para pemilik kapal dan eksportir direkomendasikan mengkaji ulang rute pelayaran dan berkoordinasi dengan broker asuransi untuk mendapatkan cakupan terbaik. Mitigasi risiko dengan diversifikasi jalur juga menjadi opsi strategi menghadapi ketidakpastian geopolitik.[dit]
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.